Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Puisi Archives - Page 6 of 9 - DIANNS.ORG

Category: Puisi

Murka Sang Ibu Pertiwi

Penulis: Ganis Harianto/ Administrasi Publik 2012 Senandung senyumnya bergulir lama sudah Tak ada kata berucap Tentang apa yang dirasakan Terpendam syahdu kasih sayang Layaknya dekap bidadari suci Perlahan menghampiri Menghampiri kami tiada henti Namun kai ini ia meronta Kala lelah tak kunjung reda Dimana-mana ada tumpukan bata Hingga tak kuat lagi raganya Menahan jajaran kubus dan persegi di tubuhnya Namun kali ini ia menghujat Kala kemarahannya meletup Tubuhnya luka dicabik Hingga tak kuat lagi raganya Menahan perih tiap keruk butir di tubuhnya Namun kali ini ia berteriak Kala kesaktiannya memuncak Sekujur tubuhnya penuh lubang Hingga tak kuat lagi raganya...

Read More

Untuk Siapa?

Penulis: Kurir Literal/Hubungan Internasional 2013 Meski hebat, ia juga manusia, makin hari makin tua. Juga pikun Baginya, revolusi tak ada lagi hangus dibakar api yang disulutnya sendiri Apa yang bisa kami mengerti dari segala rupa pongahnya bangunan-bangunan kokoh ibukota? Kian tinggi dan jauh dari rumput tanpa pernah hidup dari tanya pada rumput Suara rumput adalah harapan sebelum harapan diinjak-injak gagahnya sepatu lars Kemanusiaan tercerabut dari akar-akar Di Rembang, juga di Chiapas. Apalagi di Jakarta Kemudian mempertanyakan keadilan dimana gerangan mereka simpan Kemudian membagi-bagikan keranda di tepi-tepi jalan raya Mekar dan gemetar Rumput sudah kadung bergoyang Terus bertanya apa itu...

Read More

Sampai Jumpa

Oleh: Iko Dian W/ Administrasi Bisnis 2015 Kehidupan tidak sama dengan perubahan Manusia tidak sama dengan alam Semua yang bermula akan mati Namun perubahan tidak Mereka abadi Perubahan berada diseluruh penjuru bumi Ketika aku berfikir negatif pada perubahan Tanpaa sadar aku telah menghakimi sebuah perubahan Yang mana lebih mudah? Berusaha meminta alam agar selalu bersahabat Agar tidak terjadi bencana dimana-mana Atau menjaga sikap serakah kita? Manusia kian merasa senang dengan kepraktisan Alam menangis karena semakin terabaikan Haruskah menunggu sampai danau mengering Melihat hutan menjadi gundul menggersang Atau mengingat sawah yang telah menjadi gedung Semua hanya peduli pada yang abadi...

Read More

Aku Bukan Bicara Tentang Tanah

Penulis: DebbyLian/ Ilmu Administrasi Publik 2012 Ruh-ruh yang menjadi perdebatan dialektika Masih terasa manis di lidah Masih terasa lumat untuk dikoyak Dilumat masak-masak hingga terbilang kenyang Kenyang melumat jeritan-jeritan pecangkul tanah Kenyang menjejali tuan-tuan tanah Kenyang memabukkan penguasa Semesta menjadi saksi, kala cangkul ditancapkan Sejak tanam paksa hingga repelita Nasib kita tak pernah berubah Kita tetap sebagai pribumi, pemasok nasi tapi sering tersisih Terbuai swasembada namun berujung dusta Ketika tuan bilang tanah kita kaya, kau duakan aku dengan dia Kau cekokkan kita dengan senjata, berdalih modernisasi era duaribu Tak taukah tuan, tanah saja kita tak punya? Hilang dilahap gedung...

Read More

Penyamun di Kampung Srikandi

Penulis: Athika Sri A. Belum puaskah kau tertawa Tidur pulas beralaskan gua emas Tak kau pikirkan bala yang kau buat Merampas tanah di kampung orang Para Srikandi-ku tidur dibawah tenda hitam Menjaga permadaniku agar tak ber-abu Para Srikandi-ku datang dengan memasung jalan Berharap sang Ratu Adil menitipkan titahnya Permadani hijauku yang malang sekarang hilang tak terlihat Permadani hijauku yang usang sekarang tandus tak tertinggal Hadir apa yang kau buat wahai penjarah! Harta karunku yang melimpah, lanun datang menjarahnya Sumber dahagaku yang mengalir deras, sekarang kering kerontang tak tertinggal Dulu padiku yang menguning, kini mengabu tak mau Bangsat !! Lumbung...

Read More