Murka Sang Ibu Pertiwi
Penulis: Ganis Harianto/ Administrasi Publik 2012 Senandung senyumnya bergulir lama sudah Tak ada kata berucap Tentang apa yang dirasakan Terpendam syahdu kasih sayang Layaknya dekap bidadari suci Perlahan menghampiri Menghampiri kami tiada henti Namun kai ini ia meronta Kala lelah tak kunjung reda Dimana-mana ada tumpukan bata Hingga tak kuat lagi raganya Menahan jajaran kubus dan persegi di tubuhnya Namun kali ini ia menghujat Kala kemarahannya meletup Tubuhnya luka dicabik Hingga tak kuat lagi raganya Menahan perih tiap keruk butir di tubuhnya Namun kali ini ia berteriak Kala kesaktiannya memuncak Sekujur tubuhnya penuh lubang Hingga tak kuat lagi raganya...
Read More