Malang, dianns.org – Mahasiswa dari pelbagai fakultas di Universitas Brawijaya (UB) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Brawijaya (AMBARAWA), melakukan aksi long march dari bundaran UB menuju depan gedung rektorat pada Kamis, 7 Januari 2016. Aksi yang dilakukan pada pukul 11.00 WIB ini merupakan bentuk aspirasi terhadap tindakan represif Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kepada Ronny Setiawan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ, pada Rabu, 6 Januari 2016. Bayu Diktiarsa Pratama selaku Humas AMBARAWA menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk memberikan peringatan kepada seluruh rektor dan birokrat kampus di Indonesia agar tidak bertindak represif kepada mahasiswa. “Kami berharap agar tidak terjadi lagi tindakan represif terhadap mahasiswa seperti yang dialami oleh teman-teman LPM DIANNS Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB, mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN Jakarta, dan Ronny Setiawan di UNJ, terang Bayu.

Dalam aksi yang berjalan damai tersebut, massa menyerukan pernyataan sikap yang terdiri atas tiga poin. Pertama, memberikan dukungan kepada seluruh mahasiswa UNJ untuk tetap memperjuangkan tuntutan kepada Rektor UNJ. Kedua, memberikan peringatan kepada Rektorat dan Dekanat UB serta birokrat kampus seluruh Indonesia agar tidak melakukan tindakan represif terhadap hak mahasiswa untuk berkumpul, berorganisasi, dan mengeluarkan pendapat. Ketiga, menyerukan kepada seluruh mahasiswa untuk bersatu dan berjuang melawan segala kebijakan yang tidak berpihak kepada mahasiswa.

Lebih lanjut, Bayu mengungkapkan bahwa selanjutnya mereka akan terus mengawal isu-isu demokrasi di tingkat lokal dan nasional. Di samping itu, mereka juga akan terus melihat perkembangan kasus Ronny dan memberikan dukungan. “Meskipun surat penarikan drop out (DO) telah dikeluarkan, namun jangan anggap bahwa perlawanan telah selesai. Kami ingin menyerukan kepada kawan-kawan di UNJ agar jangan berhenti memperjuangkan kebebasan berpendapat, ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ini.

Ketika ditanya oleh LPM DIANNS pada Kamis, 7 Januari 2015, terkait kekhawatiran mahasiswa akan mengalami hal serupa dengan kasus Ronny dikarenakan aksi ini, Bayu menampik dengan tegas, “Justru kami ingin menunjukkan kepada seluruh mahasiswa agar tidak takut menyampaikan segala bentuk aspirasi kepada birokrat kampus.

Setelah beberapa menit melakukan aksi di depan gedung rektorat, massa akhirnya ditemui oleh Staf Ahli Pembantu Rektor III bagian Kemahasiswaan. Pihaknya memperbolehkan pemasangan spanduk aksi di depan gedung rektorat sampai pukul 15.00 WIB. Adapun aksi berakhir pada pukul 12.17 WIB yang ditandai dengan pemberian press release dari pihak AMBARAWA kepada Staf Ahli Pembantu Rektor III secara simbolis.