Malang, (17/11/2025), debat publik Pemilihan Mahasiswa Raya Universitas Brawijaya (PEMIRA UB) sukses digelar di Samantha Krida. Acara debat kali ini diikuti oleh dua pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB 2025. Pada kesempatan debat tersebut, kedua pasangan calon dapat beradu visi, misi, gagasan dan inovasi terbaik mereka di depan para mahasiswa.
Pada paslon dengan nomor urut 01, ada Muhammad Zidane (FISIP) dan Kafita Aidil Fitra Sukirman (FAPET) sebagai capres dan cawapres EM UB 20205. Gagasan utama yang mereka bawa adalah mengembalikan EM UB sebagai penghubung seluruh elemen mahasiswa dengan cara memperkuat komunikasi dan membangun sinergi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di masing-masing fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selain itu, paslon ini berjanji akan menghadirkan pelayanan yang lebih progresif dan inklusif sesuai dengan misi yang mereka usung.
Zidane menilai EM tahun ini gagal membangun sinergi antar elemen di UB. Minimnya ruang komunikasi dan lemahnya internalisasi menjadi persoalan utama. “Saya pribadi kemaren berpengalaman di BEM FISIP, bagaimana saya melihat betul eksekutif mahasiswa gagal sebagai sinergi konektivitas keseluruhan elemen, tidak ada komunikasi yang clear dengan BEM-BEM fakultas, tidak ada komunikasi clear kepada UKM-UKM, unit-unit keseluruhan,” ujar Zidane dalam sesi wawancara bersama paslon capres dan cawapres.
Sedangkan capres dan cawapres EM UB 2025 di nomor urut 02 adalah Fitra Abdillah Sulha (FIA) dan Yusuf Hafidzun Alim (FEB). Paslon ini membawa gagasan untuk membangun EM UB yang inklusif, setara, aman, dan kolaboratif. Mereka akan mewujudkan gagasan tersebut dengan berfokus pada tiga isu utama, yakni inklusi disabilitas, penguatan peran perempuan, dan penanganan kekerasan serta perundungan.
Terkait evaluasi kinerja EM tahun ini, Paslon nomor urut 02 menyampaikan bahwa EM UB telah memiliki banyak hal positif, tetapi tetap membutuhkan perbaikan di beberapa aspek. “Oke, sejujurnya kalau kita ngomongin tentang evaluasi dan juga apa yang perhari ini terjadi di EM, udah banyak yang bagus, tapi ada beberapa yang masih kita coba kita perbaiki,” ujar Yusuf. Mereka menawarkan perbaikan pada prosedur, pedoman, struktur organisasi, dan mekanisme penyerapan aspirasi. Selain itu, paslon nomor urut 02 berkomitmen untuk menghadirkan EM UB yang lebih efektif, tidak elitis, dan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh mahasiswa.
Ketua pelaksana debat terbuka antar paslon Presiden dan Wakil Presiden EM UB 2025, Muhammad Akmal Falahudin, menyampaikan pesan bahwa ia berharap seluruh mahasiswa dapat menentukan pemimpin EM UB periode 2026 mendatang secara bijak. “Forum ini bukan hanya menjadi sarana bagi para calon untuk menyampaikan visi, misi, gagasan, serta inovasi. Namun juga sebuah peluang bagi seluruh mahasiswa Universitas Brawijaya untuk dapat menentukan kapabilitas dari setiap calon dan menentukan kira-kira mana arah gerak atau gaya kepemimpinan yang cocok untuk pemimpin EM UB 2026 periode satu tahun ke depan,” ujarnya.
Reporter dan Penulis: Nindi
Editor: Eca dan Ilham
Deslay: Eve dan Luksy