Forum aspirasi mahasiswa terkait pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) kembali digelar pada Kamis, 21 Mei 2026. Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait RUU Nomor 2 DPM FIA UB 2026 tentang PKKMB FIA UB berlangsung di Pendopo Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta evaluasi terhadap pelaksanaan PKKMB tahun lalu. Namun, pelaksanaan forum tahun ini turut menyoroti adanya penurunan jumlah audiens atau partisipasi mahasiswa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi pintu masuk untuk melihat sejauh mana forum aspirasi mahasiswa masih mampu menarik keterlibatan publik kampus.

RDPU diselenggarakan sebagai forum tindak lanjut aspirasi dan evaluasi mahasiswa terkait pelaksanaan PKKMB. Dalam forum ini, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIA UB menyebut bahwa masukan mahasiswa, termasuk hasil survei kepuasan, akan dijadikan bahan evaluasi bersama berbagai unsur kepanitiaan, mulai dari organizing committee, steering committee, hingga pihak pengawas. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menyelaraskan penyelesaian permasalahan dan meminimalkan miskomunikasi selama rangkaian PKKMB berlangsung. Meski demikian, DPM mengakui bahwa partisipasi mahasiswa dalam forum aspirasi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut mereka, kondisi tersebut tidak hanya terjadi dalam RDPU, tetapi juga dirasakan oleh lembaga lainnya yang melihat menurunnya keaktifan mahasiswa dalam mengikuti forum maupun kegiatan organisasi dalam beberapa tahun terakhir. “Menurut saya pribadi di tahun ini memang terjadi penurunan baik dari segi keikutsertaan mahasiswa dalam forum ini maupun partisipasi mahasiswa dalam kegiatan lainnya. Mungkin hal ini tidak hanya dirasakan oleh kami, tapi juga dari lembaga lembaga lain yang yang merasa bahwa kearifan mahasiswa di tahun tahun ini tuh mengalami penurunan secara cukup signifikan” ungkap Naufal Reza, selaku Ketua Komisi I DPM FIA.

Menurunnya partisipasi mahasiswa dalam RDPU juga memunculkan pertanyaan soal efektivitas tindak lanjut aspirasi dari forum-forum sebelumnya. Ketika ditanya apakah kurangnya jumlah partisipan forum dipengaruhi oleh kegagalan memenuhi harapan sebelumnya, pihak DPM mengakui bahwa masih ada beberapa faktor yang hingga saat ini tidak bisa diubah karena keterbatasan wewenang DPM. “Mungkin, untuk beberapa faktor yang memang tidak bisa diupayakan dari tahun lalu juga cukup memengaruhi, mungkin karena ada beberapa elemen tertentu yang memang kami sebagai DPM juga tidak memiliki hak yang lebih untuk mengubah faktor-faktor tersebut” ujar Naufal. Walaupun demikian, DPM menegaskan bahwa upaya audiensi dan penyampaian aspirasi tetap dilakukan kepada pihak yang berwenang. Mereka juga menilai perubahan situasi dan pola partisipasi mahasiswa dari tahun ke tahun menjadi salah satu penyebab menurunnya minat forum. Di samping itu, DPM menekankan pentingnya kesiapan struktur kepanitiaan serta perbaikan koordinasi antar unsur pelaksana PKKMB agar mengurangi miskomunikasi seperti yang terjadi tahun lalu.

Penurunan partisipasi dalam RDPU ini kemudian menjadi salah satu bahan evaluasi bagi DPM FIA UB dalam melihat efektivitas forum aspirasi mahasiswa. Ketersediaan forum tidak hanya bergantung pada adanya ruang diskusi, tetapi juga pada sejauh mana mahasiswa merasa suara mereka benar-benar diperhatikan dan ditindaklanjuti. Merespon hal ini, DPM mengungkapkan akan terus membuka peluang partisipasi melalui uji publik maupun forum tambahan lainnya agar aspirasi mahasiswa tetap bisa tersalurkan. DPM juga menekankan pentingnya komitmen bersama antara lembaga dan mahasiswa untuk membangun komunikasi yang lebih hidup, inklusif dan relevan sehingga forum aspirasi tidak hanya menjadi agenda resmi, tetapi benar-benar berfungsi sebagai wadah untuk menyampaikan suara mahasiswa FIA UB. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan pelaksanaan PKKMB FIA UB 2026 dapat berlangsung lebih baik serta mampu menyediakan ruang yang lebih nyaman bagi mahasiswa untuk terlibat dan mengemukakan aspirasinya.

 

Penulis: Andien & Arumi

Editor: Eve

Reporter: Nayla & Raina

Foto: Raina

Deslay: Meyza