Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS, Author at DIANNS.ORG - Page 13 of 19

Author: LPM DIANNS

Ilustrasi oleh: M. Yusuf Isma’ilRaden Ajeng Kartini atau RA Kartini adalah sosok pahlawan nasional yang dikenal lekat dengan emansipasi wanita. Beliau lahir pada tanggal 21 April 1879, dan pada tahun 1964 dicetuskan untuk diperingati setiap saat oleh Presiden pertama RI, Sukarno. Berdasarkan Keppres No. 108 Tahun 1964, RA Kartini disahkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Cita-citanya untuk menyetarakan hak wanita dan hak pria pada masa itu menjadi angin segar bagi masa depan kaum wanita.Karena wanita pada masa itu kurang dalam status sosial di masyarakat. Setelah menikah, beliau juga mendirikan sekolah wanita di Rembang. Gagasan dan pola pikir RA Kartini tertuang dalam surat untuk kawan-kawan di Eropa dan Belanda, dan salah satu semboyan RA Kartini yaitu, “Barangsiapa tidak berani, dia tidak mau menang, tepat semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani menang tiga perempat dunia! “. Bisa semboyan tersebut sesegera mungkin untuk kisah “9 Srikandi Kendeng” yang sangat gigih sudah selesai semen oleh PT. Semen Indonesia di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Pasalnya daerah ini adalah daerah Cekungan Air Tanah (CAT), yang ikut andil besar di udara di pulau Jawa ini. Perjuangan merekat dimulai sejak tanggal 16 Juni 2014, jumlah ibu-ibu yang menolak masuknya PT. Semen Indonesai di Rembang dan bentuk tenda terpal di areal pabrik. Mereka juga pernah masuk ke pabrik, harus diakhiri dengan “sikut” dari aparat keamanan. Saat ini “9 Srikandi Kendeng” terus mendorong pembatalan pembangunan pabrik semen dengan memasung kaki mereka ke dalam air mani. Selamat Hari...

Read More

Keberadaan pabrik semen telah banyak nenimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan. Salah satunya berita tentang 61 warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, Jawa Timur dilaporkan meninggal dalam kurun waktu 45 hari. Diantaranya meninggal akibat penyakit paru – paru. Saat ini Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) sedang menelusuri fakta lapangan terkait kasus tersebut. Masih maukah Anda berkompromi dengan pembangunan pabrik semen...

Read More

Diskursus : Gagasan Politik Machiavelli

Penulis: Satria Utama Judul: Diskursus Penulis: Niccolo Machiavelli Penerjemah: Yudi Santoso dan Sovia VP Penerbit: Narasi dan Pustaka Promethea Halaman: 452 halaman Ukuran: 16 cm x 24 cm Paling orang mengenal Niccolo Machiavelli hanya dari membaca The Prince atau yang dalam bahasa Italia Il Principe (Sang Pangeran). Ini menjadi batu sandungan terbesar untuk mengenal Machiavelli. Karena sederhananya, dalam The Prince yang cukup singkat itu, pemikiran Machiavelli dikenal sebagai pemikiran politik yang jahat. Sedangkan, dalam karyanya yang lain, yaitu The Discourses (Diskursus), tampaklah ia sebagai republikan. Demikian pun, diskursus memuat ide politik Machiavelli lebih kaya. Boleh dikatakan, Diskursus adalah testamen politik Machiavelli yang terlengkap. Jika buku...

Read More

Srikandi Kendeng dan Semen

Penulis: Bimo Adi Kresno Sebuah perjuangan heroik seorang perempuan identik dengan Srikandi. Ia adalah salah satu tokoh wanita dalam pewayangan. Ia dikenal sebagai wanita pemberani dan berwatak keras. Namun, Srikandi kini hadir dalam perjuangan yang berbeda. Tak hanya seorang, mereka datang untuk memperjuangkan tanah yang selama ini menjadi sumber kehidupan. Para Srikandi ini berasal dari Rembang, Jawa Tengah. Perjuangan mereka cukup menggugah jiwa kemanusiaan. Terhitung sejak Senin, 11 Maret 2016 sampai dengan Rabu, 13 Maret 2016, sembilan orang Srikandi tak lelah berjuang. Kesembilan orang perempuan perkasa tersebut melakukan aksi di depan Istana Negara berbekal harapan untuk menarik perhatian Jokowi. Upaya ini merupakan desakan kepada Presiden Republik...

Read More

Waktu Aku Kecil

Penulis: Zendy Titis Waktu aku kecil, kutemukan tawa di pelataran rumah Di kebun belakang, di sawah kakek, di kali aku dan teriakan nyaring kawan-kawan gundulku Kami saling tawa dari onggokan bambu tua Sebentang layangan, butir kelereng, putaran gasing Keliling desa, mencicip hujan, mandi di Kali Waktu aku besar, kutemukan semua itu di layar Tak harus kepanasan atau gatal kena ulat Tak harus lengket kena keringat Kusedot waktu kecilku dalam layar Meski aku sadar, kawanku hilang Tawa lawas yang...

Read More