Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Realitas Mode Membuka Jejak Pribadi Kaum Hawa

Pakaian atau busana bukan lagi menjadi fungsi penutup bagian tubuh manusia, melainkan beralih menjadi kebutuhan sosial yang harus dipenuhi setiap orang, khususnya kaum hawa atau perempuan. Pakaian juga merupakan salah satu identitas diri dalam hal bersosialisasi dengan masyarakat luas. Perkembangan trend mode berbusana pun nampaknya selalu tak luput dari sorotan kaum yang satu ini. Dinilai wajar, memang seharusnya. Namun di sisi lain,pencitraan akan diri mereka pun akan lahir seiring pertumbuhan gaya berpakaian dari masa ke masa. Tentunya kondisi ini memberikan suatu pemikiran kritis untuk kehidupan sosial yang dilakukan oleh kita semua. Yaitu Karakter seseorang dibentuk dari sepotong pakaian. Miris memang, namun itulah fakta sebenarnya yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Dewasa ini telah menyorot bahwa prioritas masyarakat dalam hal berpakaian akan sangat tergantung pada keadaan sosial lingkungan sekitar. Segmentasi pasar bukan lagi mementingkan kebutuhan namun lebih kepada trend berbusana pada setiap era. Pribadi atau karakter seorang wanita seolah dibentuk melalui trend berbusana yang sedang menjadi top ranking dalam kehidupan sosial mereka, terutama para perempuan remaja yang masih terbilang cukup labil. Mereka inilah makanan empuk bagi para kompetitor pakaian untuk menjual produknya ke pasaran. Keterasingan. Itulah kata yang pas diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai selera mode rendah. Demi mendapat perhatian dari sesamanya maupun lawan jenis atau bahkan suatu kelompok sosial, mereka akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan suatu perubahan di dalam dirinya dalam hal mengikuti gaya berbusana maupun berpakaian. Jelas...

Read More

Sebatas IPK Cum Laude

Cum Laude adalah kata yang mampu mengepreksikan sebuah pencapaian terbaik bagi seorang mahasiswa dalam menempuh gelar pendidikannya sebagai seorang sarjana. Hal itu berarti secara tidak langsung mahasiswa terobsesi penuh pada sebuah lambang huruf yang tercetak pada lembar hasil studi mereka. Tetapi cukup kompetenkah hasil yang didapat dengan proses belajar yang dilakukan mahasiswa tersebut?. Terkadang pertanyaan tersebut muncul dengan proyeksi bahwa hanya sebatas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Cum Laude mampu menggambarkan secara keseluruhan potensi akademik yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Pengenalan akan dunia pendidikan Perguruan Tinggi memaksa kita untuk selalu bersaing dalam bidang kompetensi apapun demi mendapatkan sebuah predikat yang mumpuni antara satu sama lain. Tak jarang perburuan katacumlaude membuat sebagian mahasiswa berupaya penuh dengan cara mendidik dirinya sendiri untuk tetap fokus di bidang akademiknya. IPK Cum Laude secara tegas mengandalkan sisi pemikiran setiap mahasiswa dengan target mutlakcum laude harus direbut. Sampai batas itukah seorang mahasiswa akan mencapai kesuksesannya? Tentu bukan hal yang mudah untuk merefleksikan pertanyaan tersebut, bahwasanya dasar potensi akademik yang kuat harus mampu mengimbangi kemampuan atau bakat yang kita miliki. Tujuan yang benar akan potensi dasar kita sebagai seorang mahasiswa sebagai agen perubahan bangsa tentu bukan diukur melalui deretan huruf yang berjejal di lembar demi lembar hasil studi setiap semesternya. Namun, soft skill yang dimiliki akan mendukung kinerja kompentensi kita secara praktik bukan teoritis. Pemahaman yang baik akan sebuah nilai cum laude sewajarnya dimulai dari diri setiap mahasiswa....

Read More

Brawijaya Jazz Festival XVII Hadir Dengan Konsep Baru

Malang, Dianns.org – Acara tahunan Brawijaya Jazz Festival XVII kembali digelar oleh Unit Aktivitas Band Universitas Brawijaya (Homeband UB) pada tanggal 4-5 April 2012. Mengambil tempat di Samantha Krida UB, acara Brawijaya Jazz Festival tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimulai dari acara Road to Kharisma yang diadakan di salah satu cafe di kota Malang, hingga masuk kepada konsep acara yang dibuat lebih menarik dan meriah yang akan memanjakan para pencinta musik Jazz di lingkungan UB. Mengambil tema Jazz Volution, Brawijaya Jazz Festival XVII diharapkan menjadi sebuah titik transisi dan awal dari suatu perubahan dari acara ini sendiri. Setelah melihat antusiasme penonton pada tahun-tahun sebelumnya, maka acara tahun ini diharapkan memberikan suguhan musik Jazz yang bagus dan matang,” ujar Mayang, selaku ketua pelaksana acara ini. Ditemui di Samantha Krida UB, Selasa malam (3/4/2012). Mayang juga mengatakan bahwa acara tahun ini bukan hanya menawarkan sajian musik saja, tapi memberikan sisi edukasi mengenai musik Jazz melalui workshop yang sebelumnya sudah dilaksanakan oleh pihak Homeband UB. Jadi penikmat musik tidak lagi bingung, mana yang dinamakan musik Jazz dan mana yang dinamakan musik Pop. Pada hari pertama ini akan menampilkan 26 perwakilan band yang terdiri dari band junior dan senior dari 13 fakultas di UB, yang nantinya akan dipilih 10 band terbaik dari 5 fakultas sesuai perhitungan juri. Selanjutnya band yang lolos akan dilombakan kembali esok hari untuk mencari band...

Read More

Bolehkah?

Penulis : Valentinez Hemanona Black coffee”, kataku setelah membolak-balikkan menu. Pelayan itu tersenyum ramah. “Pencinta kopi?” Tanyanya sambil mencatat pesanan. Aku tersenyum menggelengkan kepala. Tiba-tiba mataku terpaku pada laki-laki yang baru saja memasuki cafe ini. Dengan cepat aku menambahkan machiatto ke dalam pesanan. “Aha, pesanan pacar rupanya”, ujar pelayan mengambil menu dan berlalu sambil tersenyum. “Ada apa kamu sama pelayan itu?” Tanyamu sambil menarik kursi di hadapanku. “Biasa, pencitraan cafe baru” “Citra, you really don’t know how beautiful you are, do you?” “Tapi dia tahu pesanan black coffee-ku untuk kamu”, dan kamu tersenyum malu. Memikat. Seperti biasa. Anganku berlarian pada kenangan itu.. Kita bersekolah di SMA yang sama. Saat itu kamu keluar dari ruangan kecilmu itu dengan ceria, wajahmu bersih dan tersenyum. Beberapa bulir air masih tersisa di rambut cepakmu. Sama sekali tidak terpikir dalam benak ku untuk tertarik padamu, tetapi Tuhan selalu punya cara mempertemukan kita. Aku ingat saat pertama kali kamu menyebutkan namamu. Ketika aku bingung setengah mati mencari kalung peninggalan Mama, kamu datang menghampiriku. “Aku Dirga, ini punyamu kan?” Aku menghela nafas lega, mengambil kalung itu darinya. Dirga memperhatikanku melilitkan kalung itu di pergelangan tanganku. “Makasih ya..” Kataku, tersenyum tulus. Dirga balas tersenyum dan kembali bertanya. “Kenapa kalungnya di pake di tangan?” “Supaya lebih deket ke urat nadi” “Di kalungin aja, supaya lebih deket di hati..” Ujarmu mengulurkan tangan dan tetap tersenyum. Aku membalas uluran tangannya,”Citra..”...

Read More

Ada Dia Di Matamu

Penulis : Valentinez Hemanona “Jadi, sampai kapan kita harus menyimpan ini?” Tanyaku. “Entahlah, aku tak tega dengan Tari. Anak-anakku juga..” “Katakan saja! Kalian menikah karena keluarga, lalu mengapa khawatir? Apa kau cinta istrimu?” “Kami menikah memang karena keluarga, tapi Tari orang baik. Dia tidak pernah meminta sepeser pun dari ku”. “Baguslah, dia bisa mandiri tanpa kau..” Kuhisap rokok ku dalam-dalam, Nendra menatapku sinis. “Ada apa? Kau marah padaku? Benar kan kau cinta istrimu itu? Kau cinta pun aku tak apa. Apa peduli ku!” Ujarku risih. Nendra menarik nafas panjang tanpa menggubris pertanyaanku dia berkata,”Matikan rokokmu, Tari dan anak-anakku segera datang!” Tak berapa lama mobil Tari sudah bersiap masuk garasi. Aku berlari membuka pagar dan menunggu Tari memarkirkan mobilnya dengan rapi di garasi. Anak-anak Nendra keluar dari mobil sambil berlari menghampiri Ayahnya. Disusul Tari mencium tangan suaminya. Ah, keluarga yang bahagia. Gumamku dalam hati. Benar kata Nendra, Tari memang wanita yang baik. Saat Nendra membawaku ke rumah ini Ia berkata pada Tari bahwa aku butuh tempat menumpang dan akan membantu pekerjaan rumahnya. Tidakkah itu terasa ganjil? Tidak untuk Tari. Dia tersenyum dan mempersilahkan aku masuk. Kadang aku merasa bersalah terhadap apa yang sudah aku lakukan pada keluarga kecil ini. Tak sampai hati aku menyakiti wanita dan kedua anak Nendra, tetapi apa daya. Perasaan ini sudah tidak dapat menepi. Kadang terpikir untuk berhenti. Mengalah dan mencari kebahagiaan ku sendiri, namun aku...

Read More