Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Puisi Archives - Page 5 of 9 - DIANNS.ORG

Category: Puisi

Persimpangan Harapan Negeriku

Penulis: Muhammad Nuril Mubin/Ilmu Administrasi Publik Ketika negeriku bergejolak Dengan hamburan opini yang berdampak Membuat tatanan sosial membengkak Dan membawa gelombang problema menyentak Ketika negeri subur dibuat hancur Oleh kekuasaan yang penuh lumpur Pemimpinnya tidur tersungkur Hingga masyarakatnya tak pernah akur Ketika negeri kaya terasa miskin Tanah ibu pertiwi hanya dibuat main Sementara teori dijadikan agenda berangin Akhirnya negeri yang kaya dikuasai orang lain Kekuasaan dijadikan penindasan Tapi hukum negeriku belum tegak tanpa landasan Sehingga kaum berada semakin banyak berlian Kaum tak punya hanya penuh dengan titipan Saat ini negeriku gersang dan memudar Mengikis jiwa yang telah hidup mengakar...

Read More

Pendidikan untuk Angka

Penulis: Abal abal Pendidikan yang terpaku angka Pendidikan yang tak berarti Bila tak didampingi angka Tapi yang diutamakan hanya angka tanpa pemahaman Jika tak mendapatkan angka besar maka kamu adalah kegoblokan! Memang begitu istimewa angka-angka ini Sudah jadi jiwa pendidikan Maka benarlah sungguh benar Akan terlahir pikiran-pikiran dan jiwa-jiwa pengemis Yang meminta tanpa usaha berarti Lantas bagaimana jika aku tak menginginkan angka? Apakah akan kau anggap aku tak...

Read More

Senandung Bisu

Oleh Athika Fady Aku ingat enam lima Membunuh atau dibunuh adalah pilihan Gertakan itu mencabut nuraniku Aku meragu tetapi aku harus Wanita menari, aku anggap gerwani Petani mengarit, aku anggap palu arit Langsung siksa dan perkosa! Perintah Yang Mulia Sekarang tentang tanda Serdadu teriak “ANJING!” Aku jawab “GILA!” Senjata terangkat, aku bersiap Kusuruh mereka menggali Untuk tempat terakhir kali Badannya lebur, tinggal napas dibalur sadar Berondong peluruku pun harus tepat sasaran Malam gulita jadi saksi bisu Aku menembak, aku mengayau Hanya sekali tebas Langsung tewas Mauku kasihan Tapi serdadu angkat senjata Menodong setiap titik nyawaku Membunuh naluriku Negeri biadab kuserapah! Tirani empat windu yang perintahku Mencipta stigma di alam pikirku Aku tunduk, mengangguk Lima satu yang lalu masih jadi bekas Mungkin samar, tetapi lagi Potongan nuraniku kembali pulang Mengucap sesal yang...

Read More

Melayat Nurani

Penulis: Zendy Titis Hai, nurani Apa kabar kau yang kecil dan tak terdengar Lama tak jumpa kau Aku yang tersesat atau kau yang tak lagi sudi menemuiku Terang pun kau di sana Tak lagi terjamah aku yang berbadan manusia Sampai kau keburu sekarat dan mati Acap berisik bisikmu mengganggu: “Pilih uang atau aku pilih kuasa atau aku Pilih perut atau aku pilih nafsu atau aku Pilih aku atau kau tak bedanya binatang!” Hai nurani, tutup mulut! Pilih kau itu gila! Manusia bertingkah manusia itu bukan jamannya! Manusia bernurani tak akan mau mengorup, menipu, membunuh, meracun, menindas, merampas, membungkam, tunduk...

Read More

Celoteh

Penulis: Ryu/Administrasi Publik 2014 “Nyatanya tidak demikian!”, sergahku pada diri sendiri Kau pikir perut akan kenyang dengan makan pasir?? “Goblok!!” dadaku sesak penuh emosi Kau ini badut atau apa? Perutmu terlalu buncit untuk bisa memeluk kami Janganian memeluk, melirik pun tak sudi Rupanya kau untung banyak sejak merebut lahan kami Kau tukar puluhan petak sawah kami dengan ratusan ribu saja Kau dirikan dinding-dinding beton berlapis baja Kau bilang mau mengikuti tuntutan zaman Apa kau sudah edan? Besok apa yang kami makan?? Ingin kusumpal mulut kotormu itu dengan segumpal tanah lumpur, Tuan Sebab terlalu muak kami dengan narasi kapitalismu Maka...

Read More