Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Ragam Archives - Page 11 of 19 - DIANNS.ORG

Category: Ragam

Pendidikan untuk Angka

Penulis: Abal abal Pendidikan yang terpaku angka Pendidikan yang tak berarti Bila tak didampingi angka Tapi yang diutamakan hanya angka tanpa pemahaman Jika tak mendapatkan angka besar maka kamu adalah kegoblokan! Memang begitu istimewa angka-angka ini Sudah jadi jiwa pendidikan Maka benarlah sungguh benar Akan terlahir pikiran-pikiran dan jiwa-jiwa pengemis Yang meminta tanpa usaha berarti Lantas bagaimana jika aku tak menginginkan angka? Apakah akan kau anggap aku tak...

Read More

Senandung Bisu

Oleh Athika Fady Aku ingat enam lima Membunuh atau dibunuh adalah pilihan Gertakan itu mencabut nuraniku Aku meragu tetapi aku harus Wanita menari, aku anggap gerwani Petani mengarit, aku anggap palu arit Langsung siksa dan perkosa! Perintah Yang Mulia Sekarang tentang tanda Serdadu teriak “ANJING!” Aku jawab “GILA!” Senjata terangkat, aku bersiap Kusuruh mereka menggali Untuk tempat terakhir kali Badannya lebur, tinggal napas dibalur sadar Berondong peluruku pun harus tepat sasaran Malam gulita jadi saksi bisu Aku menembak, aku mengayau Hanya sekali tebas Langsung tewas Mauku kasihan Tapi serdadu angkat senjata Menodong setiap titik nyawaku Membunuh naluriku Negeri biadab kuserapah! Tirani empat windu yang perintahku Mencipta stigma di alam pikirku Aku tunduk, mengangguk Lima satu yang lalu masih jadi bekas Mungkin samar, tetapi lagi Potongan nuraniku kembali pulang Mengucap sesal yang...

Read More

Melayat Nurani

Penulis: Zendy Titis Hai, nurani Apa kabar kau yang kecil dan tak terdengar Lama tak jumpa kau Aku yang tersesat atau kau yang tak lagi sudi menemuiku Terang pun kau di sana Tak lagi terjamah aku yang berbadan manusia Sampai kau keburu sekarat dan mati Acap berisik bisikmu mengganggu: “Pilih uang atau aku pilih kuasa atau aku Pilih perut atau aku pilih nafsu atau aku Pilih aku atau kau tak bedanya binatang!” Hai nurani, tutup mulut! Pilih kau itu gila! Manusia bertingkah manusia itu bukan jamannya! Manusia bernurani tak akan mau mengorup, menipu, membunuh, meracun, menindas, merampas, membungkam, tunduk...

Read More

Telah Mati

Penulis : Karima Styorini Hari ini kawanku mati. Dadanya sesak, napasnya tersengal-sengal, tubuhnya pucat membiru. Kalimat terakhir yang sempat ia ucapkan dengan susah payah setelah perdebatan kami, Perhatikan Tan Malaka. Aku masih mencari-cari maksud petuah terakhir kawanku itu, hingga matahari melingsir ke peraduannya petang ini, yang kutahu hanya siapa Tan Malaka, sisanya masih teka-teki yang tak kunjung kutemu jawabannya. Beberapa waktu sebelum kawanku mati, aku sempat berdebat dengannya. Siang yang gerah. Hampir tiga puluh menit aku terpanggang terik matahari, menunggu seorang kawan yang katanya ingin bertemu. Membahas sesuatu yang penting, begitu ucapnya empat jam yang lalu. Kalau bukan karena...

Read More

Secuil Kisah Negeri Kolam Susu

Penulis: Rethiya A “Dia punya raga. Aku punya jiwa. Dia punya raga. Aku punya jiwa. Tanah Surga namanya.” Sayup-sayup angin dingin menyapu suara antah brantah. Menjadikan Lenang dalam dengkurannya tertegu. Tak kala matanya melotot menyibak Tanah Surga. Benar-benar surga memang. Angin bersilir diantara padang rumput dan danau. Mega-mega putih menggumpal menjadikanya ketenangan. Mata melotot Lenang mulai tertimang-timang melanjutkan dengkurannya. Ketika suara “dorrrr!” menyentaknya. Membuat matanya melotot menghadap tebing tinggi diujung Tanah Surga. Ketika ia bangun, kakinya melangkah membelah Tanah Surga. Hati Lenang keruh, ketakutan mengelilinginya. Tebing diujung ternyata tumpukan semut-semut hitam tak bernyawa. Ia tengok arah lain. Berekor-ekor Tembukur...

Read More