[metaslider id=2021] Pukul tujuh pagi, suara tiupan peluit tak terduga berbunyi nyaring dari dalam pos jaga palang pintu rel kereta api. Keluarlah seorang petugas yang menjaga salah satu pos nomor 73 di Perlintasan Jalan Kereta Api (PJL) kawasan Pasar Kebalen. Namanya Yulianto, biasa disapa dengan panggilan Pak Yan. Tegur sapa pertama disambut dengan keluarnya nada tinggi, “Awas hati-hati” membuat kesan tegas melekat pada pria yang menginjak usia 53 tahun. Selesainya pluit itu bergetar, Pak Yan mulai memainkan tombol pada mesin di dalam pos untuk mulai menurunkan palang pintu. Dengan perlahan sambil menunggu para pengguna jalan yang nekat menerobos sela-sela...
Read More