Kategori: Foto

Salam persma! Majalah DIANNS edisi 54 telah terbit. Pada edisi kali ini, DIANNS mengulas terkait permasalahan air di Malang Raya dan ada rubrik menarik lainnya. Bagi yang berminat mendapatkan majalah LPM DIANNS terbaru bisa langsung ke sekretariat LPM DIANNS. Bisa juga baca versi digitalnya di...

Read More

Tuntut Kejelasan Kaos dan Jaket, Aliansi Mahasiswa Brawijaya Gelar Aksi

Foto dan Narasi: Satria Utama dan Wahyu Wira Seluruh elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Brawijaya pada 21 Oktober 2016, mengadakan aksi menuntut kejelasan kaos dan jaket angkatan 2015 dan 2016. Aksi diawali dengan long march dari gazebo UB dan berakhir di gedung rektorat untuk menemui rektor Mohammad Bisri. Dalam aksi tersebut massa bersepakat menuntut beberapa poin yaitu: 1. Menuntut kejelasan status kaos dan jaket angkatan 2015 dan 2016 2. Menuntut transparansi data berupa dokumen kotrak dan rencana anggaran, serta status lelang kaos dan jaket angkatan 2015 dan 2016 3. Menuntut pihak rektorat untuk menandatangani surat pernataan diatas...

Read More

Kegiatan Diskusi yang mengangkat tema tentang Marxisme dan Kekerasan Pasca 65 dihentikan oleh aparat. Kegiatan yang digelar pada 29 September 2016 di Kafe Albar yang terletak di Jalan Merjosari Selatan ini diisi oleh Roy Murtadho dan Bejo Untung, serta seorang mantan tapol dan anak mantan tapol Pulau Buru. Awalnya, kegiatan diskusi ini akan digelar di Universitas Islam Malang, namun oleh aparat dihentikan dengan pelarangan melalui rektor. Sebelum pembubaran acara ini terdengar beberapa kali lemparan batu ke genting. Di sekitar lokasi pembubaran juga tampak sekelompok masyarakat berbaju koko, sarung, dan kopyah putih. Dinda Indah melaporkan langsung dari tempat...

Read More

Salam persma! Katanya, “Dirgahayu 71 Tahun Indonesia Kerja Nyata.” Tanpa diminta bahkan tanpa slogan, sedari dulu rakyat kecil telah nyata-nyata kerja. Mereka selalu memeras keringat demi mengumpulkan rupiah agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari karena setiap sumber daya alam tak dikuasai atas nama rakyat bahkan pendidikan pun selayaknya barang dagangan di supermarket. Lalu, slogan itu untuk siapa? Katanya, “Kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan.” Pembangunan pabrik yang mengorbankan tanah leluhur dan menggusur tempat tinggal rakyat. Pembangunan pasar yang kemudian mematikan para pedagang kecil. Pembangunan tempat wisata dan hotel yang menyebabkan petani dan warga kekurangan air karena sumber-sumber airnya telah diprivatisasi. Bahkan pengerukan kekayaan alam besar-besaran terus dilakukan demi hajat hidup perusahaan asing seperti yang terjadi di Bumi Papua. Lalu, sebenarnya pembangunan itu untuk siapa? Dan kemudian di atas segala penderitaan rakyat kecil, dalam peringatan pembacaan naskah proklamasi 71 tahun lalu ini, apa yang sebenarnya kita rayakan? Dirgahayu Republik Indonesia ke-71. Layouter: Satria Budi...

Read More

Ratusan siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK Pancung Soal ikut memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 dengan mengikuti perlombaan marching band yang diselenggarakan di lapangan Desa Indrapura, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dalan perlombaan ini, peserta wajib memainkan tiga buah lagu, yaitu: Hari Merdeka, lagu Minang, dan lagu bebas. Fotografer: Resti...

Read More