Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional pada Jumat, 1 Mei 2026 di Kota Malang, dilaksanakan aksi yang diikuti oleh ratusan massa gabungan yang terdiri dari buruh, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait kesejahteraan pekerja dan kondisi sosial politik di Indonesia.
Pada aksi kali ini, massa mulai berkumpul di Alun-Alun Merdeka Malang sekitar pukul 13.00 WIB. Dari titik tersebut, peserta aksi kemudian melakukan long march menuju Balai Kota Malang sebagai titik puncak dari aksi Hari Buruh kali ini. Sepanjang perjalanan, massa memenuhi ruas jalan sambil membawa spanduk, poster, serta meneriakkan berbagai slogan perjuangan.
Aksi yang mengusung tema “Buruh dan Rakyat Bersatu! Lawan Imperialisme dan Kapitalisme” ini diwarnai dengan beragam ekspresi perlawanan. Terlihat massa aksi mengenakan pakaian serba hitam maupun merah, membawa bendera hingga poster unjuk rasa yang berisikan kritik serta sindiran terhadap kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini.
Dalam orasinya, Ketua Serikat Pekerja Buruh Indonesia (SPBI) menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat solidaritas pekerja. “Satu Mei adalah hari yang suci karena diperingati oleh seluruh kelas pekerja di dunia. Dalam kelas pekerja tidak ada perbedaan suku, agama, maupun latar belakang, semua manusia sama dan bersatu melawan penindasan,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Selain isu upah layak, massa juga menyoroti berbagai persoalan lain seperti kondisi kerja yang dinilai belum manusiawi, ketimpangan kebijakan pemerintah, serta lemahnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja. Sejumlah orator juga menyinggung isu hak asasi manusia (HAM) dan situasi politik nasional yang dianggap belum berpihak pada rakyat.
Hari buruh merupakan pesta rakyat yang menjadi ruang untuk buruh dan masyarakat untuk menyuarakan hak mereka. Tidak hanya diisi dengan orasi-orasi saja, tetapi peringatan Hari Buruh kali ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan musik dari Band Skena Musik hingga puisi dan teatrikal. Meskipun diikuti oleh jumlah massa yang cukup besar dan sempat menyebabkan kepadatan di sejumlah ruas jalan, kegiatan berlangsung relatif kondusif hingga selesai.
Perignatan May Day tahun ini kembali menjadi momentum bagi buruh dan masyarakat di Malang untuk menyuarakan tuntutan atas keadilan sosial, kesejahteraan ekonomi, serta penegakan hak-hak pekerja di Indonesia.
Penulis: Arumi dan Ockta
Editor: Nayla
Liputan: Serly, Arumi, dan Ockta
Deslay: Serly