Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Biasa Sekolah Di Warung

Penulis: Helmi Naufal Pagi itu, tergambar wajah gagah matahari dari sepasang jendela kamar rumah Iwan. Iwan baru bangun karena teriakkan ibunya dari luar kamar yang terdengar seperti gelegar guntur, saat itu jam dinding menunjukkan pukul 06.45 Waktu Indonesia Sehat. Yang artinya 15 menit lagi pelajaran di sekolah Iwan dimulai. Dengan santai tangan kiri Iwan mengucek-ucek dua bola mata secara bergantian dan tangan kanannya mengambil sebuah handphone yang berada tidak jauh dari tempatnya tidur. “Gil, enteni diluk. Aku lagek tang,” 1 ketik pesan singkat Iwan kepada sahabatnya yang setiap hari nebeng ke sekolah. Setelah mengirim pesan singkat, Iwan memasukkan buku,...

Read More

Satu Kisah Sedih pada Suatu Musim Kemarau

Penulis: Dinda Indah Asmara Matahari musim kemarau terasa terik menyengat kulit. Tapi langit begitu biru indah. Burung-burung terbang bebas dan berkicau saling sahut menyahut. Anak-anak berkulit gosong tertawa riang sambil menerbangkan layangan aneka bentuk dan warna di sawah bekas dipanen. Biru, merah, hitam layangan biasa berbuntut sangat panjang atau gapangan yang besar menari-nari di atas. Kemarau, ah… Aku selalu suka kemarau. Langitnya selalu begitu indah entah siang atau malamnya. Jika siang hari ia begitu semarak oleh burung-burung dan layangan, malam hari kelap kelip bintang membentang bagaikan lampu pesta menghias malam. Aku juga suka angin sepoinya yang kini tengah membelai...

Read More

Memerdekakan Pendidikan

Penulis: Muhammad Bahmudah “School is the advertising agency which makes you believe that you need the society as it is.” -Ivan Illich- Kutipan di atas diambil dari sebuah buku yang berjudul “Deschooling Society”. Ivan Illich menggertak pendidikan dengan mengkritik pola guna sekolah atas penyadaran terhadap masyarakat. Pandangan Illich menceritakan bahwa sekolah adalah sasaran bagi masyarakat yang dilembagakan, dan menurut beliau penting adanya sebuah konsep “Deschool” atau budaya baru dalam belajar. Lebih kritis lagi, beliau mengejawantahkan bahwa masyarakat tidak perlu sekolah. Namun Illich tidak menganjurkan penghapusan atas sekolah. Akan tetapi, adanya pembatasan terhadap peran sekolah sebagai sebuah lembaga yang cenderung...

Read More