Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Kelanjutan Nasib Represifitas terhadap Persma

Reporter: Rima Fahmi A. dan Salsa Nur A. Malang, dianns.org – Muhammad Iqbal yang merupakan anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SUAKA, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengalami intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian Bandung. Hal tersebut terjadi ketika proses peliputan mengenai demonstrasi penolakan pendirian rumah deret di Kawasan Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan pada Kamis, 12 April 2018 di Balaikota Bandung. Mengenai tindak lanjut kasus tersebut, Iqbal didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung telah menempuh proses pelaporan kepada pihak berwajib. Kasus tersebut juga memunculkan reaksi dari berbagai pihak diantaranya Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung...

Read More

Lestarikan Ruang Publik

Ruang-ruang dialog, kian lama kian menyempit. Adanya pembatasan terhadap ruang-ruang publik yang tidak sekali dua kali saja terjadi, bahkan mulai masuk pada ranah wilayah kampus. Menjadikan ruang-ruang itu akan terkikis diantara bangunan-bangunan yg menjulang. Jangan! Jangan biarkan diri kita terkungkung. Sejatinya, ruang publik tetaplah ruang publik sebagaimana...

Read More

Nilai Terselubung yang Terlegitimasi

Nilai adalah poin penting dalam sebuah film, nilai ini berbeda-beda dari setiap film. Ada yang berupa hiburan, edukasi , sejarah. Bahkan sebuah film pun dapat dijadikan sebuah narasi dengan nilai tersembunyi untuk mempengaruhi penontonnya. Ilustrator: Evryta Putri dan Abdillah...

Read More

Dongeng

Penulis: Meyulinda Krisnawati ​Pada suatu pagi yang cerah ketika semilir angin yang berhembus melewati sela-sela rimbunnya hutan. Tinggallah seekor serigala yang gagah tengah berjalan sambil sesekali mengendap-endap mengamati situasi di sekelilingnya. Mencoba memastikan apakah keadaan sudah aman atau belum. Bukan tanpa alasan serigala melakukan itu. Perlahan serigala mendekati pohon dimana terdapat sarang burung pada salah satu rantingnya. ​“Akhirnya aku bisa makan enak hari ini.“ gumamnya seraya tersenyum licik. Terdapat tujuh sampai delapan butir telur di sarang itu. Jumlah yang cukup banyak untuk menjadi delapan anak burung nantinya. Tanpa rasa bersalah, dilahapnya telur-telur itu tanpa tersisa. Tak puas dengan satu...

Read More