Kenestapaan Puan
Kenestapaan Puan Penulis: Alfianti Nur Fauzia “Setiap manusia pada hakikatnya sama.” Seringkali aku mendengar pernyataan itu dari orang-orang. Tapi nyatanya, seorang perempuan dibatasi oleh sebuah tembok yang dibuat manusia. Tembok yang memisahkan antara apa yang boleh dan apa yang tak boleh dilakukan. Entah sejak kapan tembok ini ada dan akhirnya kokoh mengakar pada kehidupan. Tapi aku merasa perempuan dinomor dua kan. Perempuan yang dianggap tak mampu melakukan ini dan itu, perempuan lemah dan lain halnya. Aku juga mendengar bahwa kata orang-orang Tuhan menciptakan seorang perempuan dengan hal yang istimewa. Kuat, mandiri, dan patut dijunjung harkatnya. “Omong kosong!” ujarku...
Read More