Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Mosi Tidak Percaya: Aksi Masih Berlanjut

  Malang - Selasa, 24 September 2019 aksi oleh aliansi rakyat yang menyebut diri sebagai Front Rakyat Melawan Oligarki kembali dilakukan pada hari ini. Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang masih menjadi tempat bagi masa aksi dalam menyampaikan tuntutan. Masa aksi mulai berkumpul di halaman Kantor DPRD Kota Malang pada pukul 09.00 WIB. Berbeda dari hari sebelumnya, hari ini masa aksi menggunakan bermacam atribut berdasarkan organisasi. Aksi simbolik dilakukan dengan mengangkat keranda yang bertuliskan “Demokrasi is dead,” berorasi dan meneriakkan jargon “Demokrasi oligarki, reformasi dikorupsi”. Perwakilan dari kantor DPRD sempat keluar untuk menemui masa aksi, namun apa...

Read More

Senin yang Membara

    Malang, dianns.Org – Senin, 23 September 2019 masa aksi berkumpul di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Aksi kali ini menyerukan “Di Tangan Oligarki, Demokrasi Mati” dan digerakkan oleh aliansi rakyat yang menyebut diri sebagai Front Rakyat Melawan Oligarki untuk mendesak. Aksi ini menuntut beberapa perihal kepada DPR-RI, Presiden, Kepolisian RI, dan Pemerintah diantaranya adalah; 1. Pencabutan draft RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, dan Mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Masyarakat Adat. 2. Mengeluarkan perpu pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air. 3. Menghentikan ijin...

Read More

Aksi Mosi Tidak Percaya: Bersatu menuntut ketidakadilan

Senin, 23 September 2019 tepat di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang sedang berlangsung aksi damai. Aksi ini digerakkan oleh aliansi rakyat yang menyebut diri sebagai Front Rakyat Melawan Oligarki untuk mendesak dan menuntut beberapa perihal kepada DPR-RI, Presiden, Kepolisian RI, dan Pemerintah.Pertama mengenai pencabutan draft RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, dan penghapusan RUU Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, RUU Masyarakat Adat. Kedua mengeluarkan perpu pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air. Ketiga menghentikan ijin korporasi pembakar hutan. Keempat, secepatnya membebaskan dan menghentikan kriminalisasi aktivis pembela HAM, Advokat, Aktivis Papua,...

Read More

Kesah

Kesah Oleh: Mar “Jangan kau jadi perempuan sesat, menolak menguburkan mayat anak perempuanmu. Kau hanya akan membuatnya menderita!” “Bukan dikuburkan atau tak dikuburkan yang membuatnya menderita, kau tahu itu! Kematian baru bisa diterima si mati setelah segala urusannya selesai, dan untuk anakku, artinya ia harus mendapat keadilannya.” Itulah kalimat terakhir yang dilontarkan ibuku, sesaat sebelum sekelompok orang dusun menarik tubuhnya, mengikat tangannya, dan memasungnya dalam sebuah kandang yang akan jadi penjara seumur hidupnya. Luka dan luka, seakan-akan tak habis-habis ditorehkan dalam tubuh kami. Ibu hanya menuntut keadilan atasku, anak semata wayangnya yang mati dalam keadaan paling mengenaskan yang bahkan...

Read More