Dua Mimpi
Penulis: Christine (dahulu) aku ingat, malam itu kau mendinginkan tangan dengan mimpi yang tak mampu kau lihat dengan mata terbuka. kau paham tak harus selalu membuat ibumu menangis sambil menyuci dasi para om-om bergelar doktor demi membayar dua lusin sks beserta isi perutmu. atau adikmu yang rela tak sekolah karena harga kampus negeri sama dengan dengan tiga kali upah bulanan ibumu, tapi masih lebih murah dari mimpimu menjadi sarjana pertanian. yah, tak ada jaminan beasiswa bagi seluruh manusia sejenis kau di negeri ini. yah, memang hak mendapatkan pendidikan itu hanya candaan di mata hukum. (sekarang) di makammu, malam ini...
Read More