Upacara PKKMU Universitas Brawijaya 2015
[metaslider id=”2640″]
Read More$l10n
parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the
wp_add_inline_script()
function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866[metaslider id=”2640″]
Read MoreFoto dan Narasi: Khoirul Anwar, Resti Syafitri A., dan Ganis Harianto [metaslider id=”2698″] Memperingati 9 tahun bencana alam lumpur lapindo, warga korban lapindo melakukan aksi pawai Ogoh-Ogoh dan Festival Pulang Kampung. Warga yang tergabung Perkumpulan Perempuan Korban Lapindo Ar-Rohmah ??, Paguyuban Ojek Portal Titik 21, Sanggar Al Fath, dan masyarakat sipil berjalan kaki mengarak ogoh-ogoh yang terus Aburizal Bakrie dari Taman Eks Pasar Lama Porong menuju Portal Titik 21 Lumpur Lapindo Sidoarjo Jumat Kemarin (29/5). Ogoh-ogoh berbentuk Bakrie yang tangan terikat roda itu dibuat besar setinggi tiga meter. Ogoh-ogoh Bakrie digotong belasan warga menuju Portal Titik 21, kemudian pasung pada sebuah...
Read More[metaslider id=”2735″] Fotografer dan Narasi: Resti Syafitri Andra dan Clara Dilasanti P. Matun, istilah bahasa jawa yang dipakai untuk menyebut pekerjaan buruh tani mencabuti rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman padi. Biasanya pekerjaan ini digeluti oleh buruh tani perempuan. Marini (55), adalah salah satu dari kelompok buruh matun di daerah Tamansari, Merjosari, Malang. Ia bekerja mulai pukul 9.00-11.00 siang. Untuk seperempat hektar, yang dikerjakan bersama empat orang lainnya, ia mendapat upah sebesar Rp.30.000,-/orang. Saat ini, Tak banyak dijumpai pemuda perempuan yang melakukan kegiatan ini. Rata-rata usia petani Indonesia adalah 50-60 tahun. Usia yang sudah tidak lagi mennunjang produktivitas pertanian. Menurut...
Read MoreFotografer: Muhammad Bahmudah Seorang perempuan petugas kebersihan sedang menyapu dengan telaten membersihkan taman kota di kawasan Jalan Ijen Kota Malang Rabu,...
Read MoreNenek Renta ini menghampiri ramai lalu-lalang pengunjung Pasar Besar Malang untuk menjajakan dagangannya. pertama-tama dikeluarkannya tongkat bambu tak cukup panjang dan rangka payung sebagai tempat meletakkan barang dagangannya. Menyusun dengan telaten, ditalinya satu-persatu botol berisi air sabun warna-warni, disisipkan kitir-kitir aneka warna dan berbagai macam mainan yang diharapkan menarik beli anak-anak yang melintas. (Fotografer: Clara Dilasanti...
Read More