Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Beranda Archives - Page 39 of 58 - DIANNS.ORG

Category: Beranda

Hari Kebebasan Pers: Jurnalis Masih Terkungkung dalam Intervensi

Reporter: Nurhidayah Istiqomah dan Antonius Bagas Malang, dianns.org – Sebagai bentuk peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada Rabu, 3 Mei 2017, Aliansi Jurnalis Malang Raya menggelar aksi simpatik di depan Balai Kota Malang. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap berita hoax, perlawanan kekerasan terhadap jurnalis, dan independensi media. Agenda aksi tersebut terdiri atas longmarch, orasi, penggalangan tanda tangan, dan diakhiri dengan pembagian bunga kepada pengguna jalan. Aksi tersebut digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang tergabung dalam...

Read More

Kampung 3G (Glintung Go Green)

Reporter: Dinda Indah dan Bimo Adi Glintung Go Green (3G), merupakan sebutan kampung yang bernuansa hijau asri, berada di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Belimbing, Kota Malang, tepatnya RW 23. Nuansa ini didukung oleh tanaman hidroponik yang menghiasi sepanjang jalan perkampungan. Selain itu, kebersihan pemandangan perkampungan dan jalan yang terjaga, buat kesan lingkungan hidup yang sehat. Gerakan tersebut digagas oleh ketua RW, Bambang Irianto. Ia menuturkan pertama kali mengusung gerakan ramah lingkungan, karena kampung yang sekarang asri, dahulu kerap dilanda banjir dan kesehatan warga yang rentan akan penyakit degeneratif hingga menimbulkan angka kematian warga. Pertama kali gerakan ini disosialisasikan tidak banyak warga yang mendukung....

Read More

Ilustrasi oleh: Fadhila Isniana Saat ini lingkungan menjadi isu yang hangat di masyarakat, seperti masalah pembangunan industri yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan maupun sosial ekonomi. Di Tuban, ada industri pabrik semen yang merusak lingkungan melalui eksploitasi Karst secara besar-besaran. Selain itu, asap dan debu dari pabrik air mani tersebut bisa mengenaskan udara yang bisa menganggu kesehatan warga. Desa yang berada di sekitar pabrik memiliki jumlah kematian yang tidak wajar. Sebanyak 61 warga dalam kurun waktu 45 hari. Masalah di Tuban ini hanya segelintir contoh dari banyak kasus yang ditimbulkan oleh pembangunan industri di...

Read More

Ilustrasi oleh: M. Yusuf Isma’ilRaden Ajeng Kartini atau RA Kartini adalah sosok pahlawan nasional yang dikenal lekat dengan emansipasi wanita. Beliau lahir pada tanggal 21 April 1879, dan pada tahun 1964 dicetuskan untuk diperingati setiap saat oleh Presiden pertama RI, Sukarno. Berdasarkan Keppres No. 108 Tahun 1964, RA Kartini disahkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Cita-citanya untuk menyetarakan hak wanita dan hak pria pada masa itu menjadi angin segar bagi masa depan kaum wanita.Karena wanita pada masa itu kurang dalam status sosial di masyarakat. Setelah menikah, beliau juga mendirikan sekolah wanita di Rembang. Gagasan dan pola pikir RA Kartini tertuang dalam surat untuk kawan-kawan di Eropa dan Belanda, dan salah satu semboyan RA Kartini yaitu, “Barangsiapa tidak berani, dia tidak mau menang, tepat semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani menang tiga perempat dunia! “. Bisa semboyan tersebut sesegera mungkin untuk kisah “9 Srikandi Kendeng” yang sangat gigih sudah selesai semen oleh PT. Semen Indonesia di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Pasalnya daerah ini adalah daerah Cekungan Air Tanah (CAT), yang ikut andil besar di udara di pulau Jawa ini. Perjuangan merekat dimulai sejak tanggal 16 Juni 2014, jumlah ibu-ibu yang menolak masuknya PT. Semen Indonesai di Rembang dan bentuk tenda terpal di areal pabrik. Mereka juga pernah masuk ke pabrik, harus diakhiri dengan “sikut” dari aparat keamanan. Saat ini “9 Srikandi Kendeng” terus mendorong pembatalan pembangunan pabrik semen dengan memasung kaki mereka ke dalam air mani. Selamat Hari...

Read More