Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Kamis (14/8). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi 1.478 mahasiswa baru dan 19 mahasiswa lama dalam mengenal lebih mendalam mengenai serba serbi kehidupan kemahasiswaan di FIA UB.

Ketua Panitia PKKMB FIA UB 2025, Lazuardi Adzikri Permana Jati mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat tantangan tersendiri, mengingat jumlah peserta meningkat dibanding tahun sebelumnya. “Tahun lalu satu pleton hanya berisi 38 mahasiswa, sementara tahun ini bisa mencapai 42 mahasiswa. Dua hal yang menjadi tantangan tahun ini adalah mobilisasi dan koordinasi yang menjadi lebih menantang, namun alhamdulillah kegiatan hari ini dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara, panitia mahasiswa bekerja sama dengan panitia dosen. Koordinasi internal secara berkala dilakukan, termasuk memberikan informasi teknis kepada mahasiswa baru lebih awal dibanding tahun lalu. “Kami selalu mempertimbangkan kenyamanan maba dalam setiap keputusan,” tambahnya.

Di tahun 2025 ini, PKKMB FIA UB menghadirkan terobosan baru dan penting. Setiap mahasiswa baru diwajibkan mengikuti minimal tiga kegiatan kemahasiswaan, seperti organisasi, lomba, atau seminar. Kebijakan ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan partisipasi sekaligus mengatasi kekurangan sumber daya manusia di berbagai lembaga kemahasiswaan. Salah satu terobosan baru adalah lomba NYC (National Youth Competition) yang diwajibkan bagi mahasiswa baru, serta dorongan untuk aktif mengikuti seminar di semester awal perkuliahan.

Tahun ini para mahasiswa baru sering meneriakkan jargon “Merangkai Asa, Mengukir Jejak, Bersama Mafia Muda” dalam rangkain PKKMB, melalui jargon ini panitia ingin menanamkan semangat bahwa mahasiswa FIA adalah garda terdepan kemajuan administrasi Indonesia. “Kami berharap mahasiswa baru tidak hanya mengikuti kuliah secara biasa, namun benar-benar menanamkan bahwa mereka merupakan mahasiswa ilmu administrasi yang nantinya bisa mengarah kepada kehidupan mereka yang lebih baik dengan ilmu administrasi yang telah dibekali di FIA” jelasnya.

PKKMB FIA UB 2025 diperkirakan berlangsung hingga November, menyesuaikan dengan kepadatan agenda fakultas. Mahasiswa baru pun mengungkapkan kesan positifnya mengenai pelaksanaan PKKMB FIA UB 2025. Naurah, mahasiswa baru Ilmu Perpustakaan, mengaku awalnya takut namun merasa acara ini seru dan berbeda dari ekspektasi. “Awalnya takut, tapi ternyata asik,” ujarnya. Hal senada disampaikan Kevin, mahasiswa baru Pariwisata, yang awalnya khawatir karena cerita dari tahun lalu. “Ternyata aman dan menyenangkan, walau sempat lelah karena jadwal padat,” ujarnya.

Bagi mereka berdua, rasa penasaran terhadap rangkaian kegiatan FIA menjadi motivasi tersendiri. Meski Kevin sempat menghadapi kendala mengenai pengadaan perlengkapan ospek di tengah padatnya jadwal dan Naurah harus mengejar tugas hingga larut malam, keduanya sepakat bahwa dukungan dari kakak-kakak panitia membuat suasana tetap nyaman.

PKKMB FIA UB 2025 diharapkan dapat menjadi awal perjalanan panjang bagi mafia muda (mahasiswa FIA) dalam mengukir jejak di dunia akademik dan organisasi. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, FIA UB berharap dapat menciptakan generasi administrasi yang tangguh, adaptif, dan siap berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Reporter: Niken, Sheila, Shafa, Nadhifa
Penulis: Nayla dan Raina
Editor dan Desain Layout: Tata