Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

Kunjungan Puluhan Mahasiswa UNPAR ke FIA UB

Malang, Dianns.org – Sekitar 45 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Palangkaraya (FISIP UNPAR)Â melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB), Senin (14/5/2012) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa FISIP UNPAR disambut oleh pihak FIA UB yang diwakili oleh Dr. Khairul Muluk, selaku Ketua jurusan Administrasi Publik. Kedatangan mahasiswa UNPAR di FIA UB bertujuan untuk memperkuat jaringan antar 2 universitas, sekaligus sebagai studi banding mahasiswa UNPAR mengenai banyak hal yang terdapat di FIA UB. FISIP UNPAR merupakan fakultas yang baru dirintis beberapa bulan lalu, sehingga harapan dari mahasiswa UNPAR, studi banding ini bisa memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan iklim kemahasiswaan dan fakultas mereka kedepannya. Tidak hanya mendapatkan paparan mengenai profil FIA UB, mahasiswa FISIP UNPAR juga melihat langsung 14 Lembaga Otonomi Fakultas (LOF) yang ada di FIA UB. Mulai dari LOF yang memfokuskan kegiatan pada penelitian hingga LOF yang berkecimpung di dunia jurnalistik. Untuk kunjungan ke LOF, ketua BEM FIA dan beberapa delegasi dari setiap LOF yang memimpin rombongan tersebut. Layaknya sebuah teman yang sudah kenal lama, antar mahasiswa dari 2 kampus yang berbeda ini berbagi pengalaman mengenai dunia perkuliahan, kegiatan mahasiswa, hingga isu-isu mendasar terkait dunia pendidikan, dan polemik yang terjadi dalam kampus masing-masing. Kejadian menarik ketika mahasiswa UNPAR sedang mengunjungi laboratorium yang berada di lantai 6 gedung B FIA UB. Kebetulan beberapa mahasiswa UNPAR yang berada di depan lift mempertanyakan fungsi...

Read More

Kesejahteraan Buruh Ala Robert Owen

Setiap tanggal 1 mei kita memperingati Hari Buruh Sedunia. Jutaan kaum buruh di seluruh dunia memperingati dengan turun ke jalan meneriakkan tuntutan-tuntutan mereka kepada pemerintah. Berbagai macam tuntutan yang kesemuanya bermuara menuju satu titik yakni kesejahteraan. Berbicara mengenai kesejahteraan buruh, bolehlah kita menengok ke masa lampau di saat revolusi industri dimulai. Dimulainya penggunaan mesin-mesin untuk menggantikan peran tenaga manusia. Pada saat itu muncullah seorang tokoh bernama Robert Owen dengan gagasannya yang menurut saya sangat relevan dan layak untuk dijadikan model bagi hubungan antara buruh dan pengusaha dewasa ini. Robert Owen di dalam karyanya A new view of society, or essays on the formation of the human character (1813) membantah pendapat umum pada waktu itu yang seakan-akan mengatakan watak pribadi manusia itu hanya dibentuk oleh pembawaan keturunan dan kemauan saja. Robert Owen menekankan, bahwa masih ada faktor lain yang membentuk watak manusia, yaitu keadaan sosial. Malahan beliau menandaskan bahwa pengaruh social environment manusia, yaitu pengaruh lingkungan sosial, adalah faktor pokok yang membentuk watak pribadi manusia, tidak hanya sewaktu manusia itu dalam zaman kekanak-kanakan, tetapi juga ketika bertumbuh menuju kedewasaan. Karena itu untuk membentuk watak yang baik, perlu diperbaiki lebih dulu lingkungan sosial manusia. Berdasarkan teori tersebut, maka Owen secara aktif menciptakan lingkungan sosial seperti itu bagi kaum buruh. Kaum buruh akan berwatak baik dan bekerja keras, apabila lingkungan pekerjaan dan lingkungan rumah tangga dalam keadaan baik. Sebaliknya kaum buruh akan berwatak busuk dan bekerja...

Read More

Pendidikan vs Biaya

Sebelum mendalami masalah pendidikan, terlebih dahulu kita harus mengetahui sedikit tentang bagaimana sejarah lahirnya pendidikan yang kemudian mengerti mengenai apa itu pendidikan, untuk siapa pendidikan, dan bagaimana sebaiknya pendidikan diijalankan. Sekilas mengenai sejarah persamaan antara fungsi pendidikan zaman kolonialisme dan era globalisasi yang selama ini terus dipertahankan adalah pada zaman kolonialisme pendidikan hanya diperuntukan bagi kaum yang memiliki kekuasaan dan umumnya diperuntukkan bagi kaum adam saja. Kaum hawa tidak boleh mengenyam pendidikan lebih tinggi daripada kaum adam, pendidikan pada zaman itu juga sangat terbatas, bahkan pemerintah Hindia-Belanda melarang adanya pendidikan yang tinggi untuk kaum pribumi. Pada zaman kolonialisme, pendidikan untuk kaum pribumi hanya sebatas pendidikan tingkat rendah yang dimungkinkan untuk dipekerjakan di kantor pemerintah Hindia-Belanda. Lembaga pendidikan untuk kaum pribumi ditutup, serta akses memperoleh pendidikan dihalangi dengan tujuan untuk membodohi rakyat Indonesia supaya pemerintahan Hindia-Belanda tetap bisa berjalan di Indonesia. Namun, pendidikan tetap diperjuangkan oleh tokoh-tokoh pendidikan seperti, Ki Hadjar Dewantara, R.A. Kartini, dll. Mereka mendirikan berbagai sekolah secara liar tanpa sepengetahuan pemerintah Belanda. Pendidikan pada zaman kolonial diutamakan untuk merebut kembali kemerdekaan, sehingga pendidikan pada zaman itu hanya digunakan sebagai alat politik untuk merebut kembali kemerdekaan. Hampir sama dengan era globalisasi dimana setiap orang wajib mengenyam pendidikan untuk memajukan Indonesia dan menjadikan manusia yang mandiri. Pendidikan pada saat ini menuntut semua orang untuk bisa tampil baik didalam maupun luar negeri, dengan satu tujuan mengangkat harkat dan martabat Indonesia...

Read More

Kompas Kampus Menyambangi UM

Fotografer : Pandu Wicaksono Malang, dianns.org – Acara “Kompas” Kampus dari hadir di Kota Malang pada hari ini, Sabtu (12/5/2012). Dengan mengusung tema ”Green Living n Youth Creativity 2012: Gaya Hidupku, Gaya Hidup Hijau”, rencananya acara ini akan berlangsung 2 hari, yaitu pada hari ini dan Minggu (13/5/2012) besok. Bertempat di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang (FMIPA UM), “Kompas” Kampus kali ini menghadirkan serangkaian acara yang menarik, antara lain Workshop Photography, Workshop Citizen Journalism, Talk Show Tupperware, Talk Show Biopori dan beragam kegiatan lainnya. Khusus untuk Workshop Citizen Journalism, pematerinya adalah Pepih Nugraha (pendiri Kompasiana). Dalam penyampaiannya mengenai Citizen Journalism, menurutnya, warga biasa yang menyampaikan sebuah informasi tertentu kepada publik bisa dikatakan sebagai Citizen Journalism. Dia juga memberikan penjelasan ketika pada awalnya Kompasiana berdiri pada tahun 2008, saat itu dia membangun Kompasiana sendiri yang memang ide awalnya akan menjadi sebuah blog pribadi hingga pada akhirnya Kompasiana menjadi wadah yang sangat besar untuk Citizen Journalism itu sendiri. Kehadiran Kompasiana di Indonesia menjadi sebuah fenomena tersendiri. Saat ini Kompasiana mempunyai anggota yang cukup banyak dan mengalahkan situs Citizen Journalism pendahulunya di beberapa negara di dunia. Selain memberikan penjelasan mengenai Citizen Journalism, Pepih Nugraha juga memberikan kiat-kiat untuk mempermudah dalam menulis suatu peristiwa. Dia menekankan pentingnya 5W+1H dalam menulis, menurutnya, esensi dari suatu peristiwa yang ditulis akan terlihat saat unsur 5W+1H secara jelas terkandung dalam isi sebuah tulisan....

Read More

Raisa dan Shaggy Dog Menutup Acara IM3 Fun Fest

Fotografer : Sulistyawati Malang, LPM DIANNS.com – Bertempat di Mall Olympic Garden, IM3 menggelar roadshow di daerah kota Malang dengan tema “IM3 Seru Fun Fest Anti Galau,” Minggu (6/5/2012). Acara ini bertujuan untuk menyajikan berbagai kegiatan kreatif untuk anak muda di kota Malang. Dengan begitu, mereka dapat menggali bakat-bakat yang mereka miliki. Berbagai lomba diselenggarakan oleh IM3 seperti, cheerleader, shuffle dance, flash mob, jingle IM3, dan lain lain. Dimulai dari jam 10.00 hingga jam 21.00 WIB. Selain kegiatan lomba mereka juga menghadirkan Raisa Andriana dan Shaggy Dog dalam acaranya. Kedua bintang tamu tersebut tampil pada malam hari saat acara penutupan roadshow IM3 di Malang. Pihak IM3 sendiri mengaku Malang adalah kota yang sangat spesial. “Malang istimewa. Di kota lain guest star hanya ada 1. Tapi untuk Malang kite berikan 2 guest star”, ujar pihak IM3. Saat ditanya mengapa memilih Raisa dan Shaggy Dog, pihak Im3 merasa bahwa Raisa cukup menginspirasi kaum muda karena raisa tidak melupakan pendidikannya disaat ia juga menjadi penyanyi solo yang sedang naik daun. Kemudian IM3 memilih Shaggy Dog juga tanpa alasan. Band yang sedang menggarap video dokumenter untuk ulang tahun mereka yang ke 15 juni nanti, dianggap memiliki basis fans yang cukup dan memiliki kekhasan tersendiri. Dengan busana yang sangat feminim, Raisa memberikan pertunjukkan yang memukau kepada anak muda kota Malang. Ini adalah kali pertama kalinya Raisa mengunjungi kota Malang. Di saat penampilannya, Raisa merekam aksi...

Read More