Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
Galeri Archives - Page 13 of 21 - DIANNS.ORG

Category: Galeri

Melek AnggaranKeterbukaan Informasi Publik (KIP) di Indonesia pada era pasca reformasi merupakan hak bagi seluruh masyarakat, tidak terkecuali mahasiswa. Apalagi pasca dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, hak masyarakat atas akses informasi semakin luas. KIP menjadi ciri penting negara demokratis dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, salah satunya melalui penyelenggaraan negara yang baik. Perguruan Tinggi Negeri sebagai bagian dari Badan Publik memiliki kebanggaan untuk memberikan keterbukaan informasi kepada mahasiswa, tidak terkecuali Universitas Brawijaya (UB). Pada bulan Desember 2015, UB telah menerima penghargaan sebagai Universitas Negeri dengan KIP terbaik di Indonesia. Melihat kejadian yang ada di beberapa fakultas ini, kami mencoba untuk menyerap aspirasi mahasiswa UB perihal pelaksanaan KIP di kampus biru kita. Bagaimana tanggapanmu? Apakah UB sudah benar-benar benar-benar menyeleggarakan KIP? Mari tuangkan dalam komentar...

Read More

Ilustrasi oleh: Fadhila Isniana Saat ini lingkungan menjadi isu yang hangat di masyarakat, seperti masalah pembangunan industri yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan maupun sosial ekonomi. Di Tuban, ada industri pabrik semen yang merusak lingkungan melalui eksploitasi Karst secara besar-besaran. Selain itu, asap dan debu dari pabrik air mani tersebut bisa mengenaskan udara yang bisa menganggu kesehatan warga. Desa yang berada di sekitar pabrik memiliki jumlah kematian yang tidak wajar. Sebanyak 61 warga dalam kurun waktu 45 hari. Masalah di Tuban ini hanya segelintir contoh dari banyak kasus yang ditimbulkan oleh pembangunan industri di...

Read More

Ilustrasi oleh: M. Yusuf Isma’ilRaden Ajeng Kartini atau RA Kartini adalah sosok pahlawan nasional yang dikenal lekat dengan emansipasi wanita. Beliau lahir pada tanggal 21 April 1879, dan pada tahun 1964 dicetuskan untuk diperingati setiap saat oleh Presiden pertama RI, Sukarno. Berdasarkan Keppres No. 108 Tahun 1964, RA Kartini disahkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Cita-citanya untuk menyetarakan hak wanita dan hak pria pada masa itu menjadi angin segar bagi masa depan kaum wanita.Karena wanita pada masa itu kurang dalam status sosial di masyarakat. Setelah menikah, beliau juga mendirikan sekolah wanita di Rembang. Gagasan dan pola pikir RA Kartini tertuang dalam surat untuk kawan-kawan di Eropa dan Belanda, dan salah satu semboyan RA Kartini yaitu, “Barangsiapa tidak berani, dia tidak mau menang, tepat semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani menang tiga perempat dunia! “. Bisa semboyan tersebut sesegera mungkin untuk kisah “9 Srikandi Kendeng” yang sangat gigih sudah selesai semen oleh PT. Semen Indonesia di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Pasalnya daerah ini adalah daerah Cekungan Air Tanah (CAT), yang ikut andil besar di udara di pulau Jawa ini. Perjuangan merekat dimulai sejak tanggal 16 Juni 2014, jumlah ibu-ibu yang menolak masuknya PT. Semen Indonesai di Rembang dan bentuk tenda terpal di areal pabrik. Mereka juga pernah masuk ke pabrik, harus diakhiri dengan “sikut” dari aparat keamanan. Saat ini “9 Srikandi Kendeng” terus mendorong pembatalan pembangunan pabrik semen dengan memasung kaki mereka ke dalam air mani. Selamat Hari...

Read More

Keberadaan pabrik semen telah banyak nenimbulkan masalah bagi lingkungan dan kesehatan. Salah satunya berita tentang 61 warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Tuban, Jawa Timur dilaporkan meninggal dalam kurun waktu 45 hari. Diantaranya meninggal akibat penyakit paru – paru. Saat ini Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) sedang menelusuri fakta lapangan terkait kasus tersebut. Masih maukah Anda berkompromi dengan pembangunan pabrik semen...

Read More