Kategori: Berita

PTN BH : Skema Pendidikan Tinggi ala Pasar dan Pemerintah

Reporter: Ferry Firmanna dan Bimo Adi Kresnomurti Malang, LPM DIANNS – Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) membuat kampus mempunyai wewenang untuk menjalankan peran baru yaitu income generating institution. Income generating institution merupakan salah satu jalur dalam institusi untuk menghasilkan uang sesuai dengan kewenangannya yang luas. “Ketika kampus diberikan kewenangan untuk mencari sumber pendanaan, ini sama saja dengan prinsip berdagang.” Hal ini diungkapkan Sakban Rosidi, salah seorang pengamat pendidikan saat ditemui oleh awak LPM DIANNS di kediamannya pada Sabtu, 5 Mei 2017. Pendidikan secara aspek historis global telah memengaruhi jalannya pendidikan tinggi di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh...

Read More

HGB Habis, Lahan Tak Kunjung Diserahkan

Reporter: Muhammad Bahmudah dan Dimas Ade Surya L. Malang, DIANNS – Terhitung sejak 9 Juni 2010, Hak Guna Bangunan (HGB) PT Bukit Selekta Mas dengan luasan total 8,6239 hektare berupa perumahan telah berubah status menjadi tanah negara kembali. Atas hal tersebut, maka warga Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan bantuan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengajukan pembebasan lahan. Sehingga lahan tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk permukiman warga yang tidak mampu secara ekonomi dan lahan produktif. Namun hingga saat ini, belum ada itikad dari pihak PT Bukit Selekta Mas sebagai pemegang HGB sebelumnya untuk melakukan penyelesaian HGB agar...

Read More

Reforma Agraria: Bukan Sebatas Bagi-bagi Tanah dan Sertifikat

Oleh: Antonius Bagas dan M. Yusuf Isma’il Malang, DIANNS – Program reforma agraria kembali digulirkan di era Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Minggu, 26 Maret 2017 Jokowi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat. Kebijakan reforma agraria ini dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial. Melalui pembagian lahan dan legalisasi aset, program reforma agraria menurut Jokowi akan mendorong lahirnya ekonomi baru yang berkeadilan. Selain itu juga sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang ada di masyarakat, sebagaimana...

Read More

Tindakan Represif Polrestabes Medan pada Hardiknas 2017: Empat Orang Masih Ditahan

Reporter: Nurbaiti Permatasari dan Setia Nur Reformasinta Malang, DIANNS – Terhitung sejak tanggal 2 Mei 2017 sampai dengan 7 Mei 2017, tujuh orang tahanan dari pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan sebanyak tiga orang sudah dibebaskan. Sedangkan empat orang lainnya masih ditahan. Saat ini, mereka ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan pemukulan intelijen polisi saat terjadi kericuhan, pasca aksi momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Kejadian terjadi di Gerbang 1 Universitas Sumatera Utara (USU). Adapun empat tersangka tersebut diantaranya dua anggota Lembaga Pers Mahasiswa Bursa Obrolan Mahasiswa Institut Teknologi Medan (LPM BOM ITM) yaitu Fadel Muhammad Harahap dan Fikri Arif, satu Mahasiswa USU yaitu Mensen, dan Erlangga tidak diketahui keterangannya. Dari keadaan keempat tersangka, Syahyan Pratama Damanik, selaku Pemimpin Umum (PU) LPM BOM ITM mengungkapkan bahwa keadaan Fadel dan Fikri, tidak baik-baik saja. Kondisi Fikri saat ini mengalami luka pukul yang hebat diwajah dan pengelihatan yang kurang jelas dimata sebelah kanan. Sementara Fadel, mengalami luka serius dikepala bahkan sempat mengatakan jika ia mengalami geger otak. Hal itu diungkapkannya pada saat diwawancarai Awak Dianns via telepon pada Minggu, 7 Mei 2017.   Sejauh ini, tersangka baru bisa ditemui kuasa hukumnya pada malam hari, tanggal 6 Mei 2017. Pasca penangkapan, Polrestabes Medan tidak memberikan penjelasan sama sekali. Bahkan tidak memperbolehkan kuasa hukum dari pihak Fikri dan Fadel untuk bertemu. Selain itu dalam pemeriksaan, Syahyan melihat kedua rekannya tersebut masuk kedalam ruangan pemeriksaan...

Read More

Hari Kebebasan Pers: Jurnalis Masih Terkungkung dalam Intervensi

Reporter: Nurhidayah Istiqomah dan Antonius Bagas Malang, DIANNS – Sebagai bentuk peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh pada Rabu, 3 Mei 2017, Aliansi Jurnalis Malang Raya menggelar aksi simpatik di depan Balai Kota Malang. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap berita hoax, perlawanan kekerasan terhadap jurnalis, dan independensi media. Agenda aksi tersebut terdiri atas longmarch, orasi, penggalangan tanda tangan, dan diakhiri dengan pembagian bunga kepada pengguna jalan.   Aksi tersebut digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Malang Raya. Massa aksi menyerukan perlunya penegakan hukum yang serius terkait kasus kekerasan terhadap jurnalis oleh aparat penegak hukum. AJI Indonesia mencatat sepanjang tahun 2016 ditemukan 76 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Bahkan, pada bulan Januari hingga April 2017 sudah terdapat 24 kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Selain itu juga terdapat 8 kasus kematian jurnalis yang belum terselesaikan sampai saat ini. Eka Nurcahyo, selaku Redaktur Harian Surya, menyatakan bahwa masih banyak tindak kekerasan yang dihadapi jurnalis. Meskipun hal tersebut telah sering disosialisasikan kepada masyarakat luas, termasuk imbauan terhadap pemerintah dan aparatur negara. “Bentuk kekerasan terhadap jurnalis baik media massa maupun media kampus harusnya diharamkan. Kalau terjadi permasalahan dalam pemberitaan harusnya diselesaikan sesuai undang-undang,” ungkap sosok yang akrab disapa Eko tersebut.   Ketika berbicara kekerasan terhadap profesi jurnalis,...

Read More