Kategori: Beranda

Inikah Pembangunan?

Penulis: Evryta Putri Beribu kilometer jalan telah terbuka kawan Menuju gerbang masa depan Perubahan baru akan segera dirasakan Oh inikah pembangunan? Suara jeritan yang tertikam laras panjang Oleh para serdadu yang tak gentar menyerang Oh inikah pembangunan? Mesin besar menggilas, menindas Mencakar setiap jengkal penghalangnya dengan keras Dengan janji yang awalnya menyejahterakan Dengan mulut yang menggemborkan kesenangan Dengan tenaga kuat yang menghancurkan Dengan dengungan perlawanan yang selalu diabaikan Sekali lagi, inikah pembangunan? Dengan segala bentuk ketidakadilan Kami bersatu, beriringan untuk melawan Memperjuangkan hak kami yang dirampas Oleh para Tuan yang beringas nan...

Read More

Selamat Nak, Kau Telah Berbahagia

Penulis: Helmi Naufal Sumpah aku gatau siapa diriku. Anggapan orang aku sehelai roh yang bisa masuk ke tubuh orang. Itu bisa tak lakukan dengan mudah. Aku heran, ndak semua orang bisa melihat diriku. Tapi aku bisa melihat semua orang yang pingin ku lihat. Aku bisa terbang, nembus tembok, semauku deh. Iya aku tau kegiatanku tapi ndak tau siapa diriku. Lebih tepatnya ndak berani memberi identitas diriku. Dari hari ke hari kerjaanku cuma terbang. Terbang. Terbang. Terbang. Gaada rasa capek buat terbang. Satu-satunya hal yang membuatku ndak terbang? Aku ndak tau juga. Pernah ada satu hal yang membuatku berhenti terbang....

Read More

Cendekiawan itu Merangkul Kemanusiaan, Berpijak Kebenaran

Penulis: Helmi Naufal Z. Judul Buku : Cendekiawan dan Politik Penyunting : Aswab Mahasin dan Ismed Natsir Penerbit : LP3ES “Semakin ia cinta kepada rakyat dan masyarakatnya yang dianggap ‘ketinggalan’, semakin pedih pula penderitaannya.” – Y.B. Mangunwijaya. Awal-awal saya belum begitu tertarik membaca buku ‘Cendekiawan dan Politik’. Menurut saya, dari judulnya pun kurang merangsang selera membaca. Dalam banyak kekurangan saya, pelan-pelan saya coba menerawang isi dari buku ini, yang menurut hemat saya, tidak akan jauh-jauh dari pembahasan kaum elit dengan gaya bahasa sulit dicerna. Akhirnya saya beranikan diri membaca sekaligus menulis ulang buku ini setelah melihat dan merasakan wujud...

Read More

Balutan Anti Radikalisme dalam Raja Brawijaya 2018

[Kabar Kampus] Balutan Anti Radikalisme dalam Raja Brawijaya 2018 Reporter: Evryta Putri dan Niqita Shalzabilla Pada Selasa, 14 Agustus 2018, Universitas Brawijaya (UB) mengadakan Rangkaian Jelajah Almamater (Raja Brawijaya) 2018 yang diikuti oleh mahasiswa baru (Maba) dari program Sarjana Strata 1 (S1) dan Diploma 3 (D3). Upacara ini diadakan di Lapangan Rektorat UB. Rektor UB, Nuhfil Hanani membuka upacara Raja Brawijaya tahun 2018 dengan pemukulan gong dan penyematan jas almamater kepada perwakilan maba. Setelah upacaraselesai, maba dimobilisasi menuju Gedung Samantha Krida (Sakri), Gelanggang Olahraga (GOR) Pertamina, dan UB Sport Center (UBSC) untuk diberikan beberapa materi. Salah satu materinya mengenai...

Read More

Orientasi Pembangunan dan Ruang Hidup Hanya untuk Kaum Kapitalis

Penulis: Dewi Bayu Pamungkas “Masyarakat hanya diberikan mimpi tentang pembangunan dan kemajuan.” Interaksi manusia dengan alam sudah terjadi jauh sebelum manusia mengenal corak produksi, karena alamlah yang sejak dahulu menjamin kelangsungan hidup umat manusia. Hasil interaksi antara manusia dan alam menciptakan nilai-nilai dan etika dalam memperlakukan alam. Salah satu contohnya adalah masyarakat Jawa yang memperlakukan, mengganggap, dan memposisikan alam seperti sosok manusia. Hal ini yang menjadikan interaksi manusia dengan alam menjadi sedemikian beradab. Dahulu masyarakat Jawa menganggap bumi sebagai ibu karena bumi tempat menyediakan air, bercocok tanam, penyedia bahan bangunan, maupun penyedia sumber makanan bagi masyarakat sehingga harus dijaga...

Read More