Category: Beranda

Menilik Nasib Puan Indonesia di Kala Pandemi

Kekerasan terhadap perempuan mengalami peningkatan yang cukup tinggi selama pandemi. Berdasarkan data Komnas Perempuan Indonesia, kekerasan berbasis gender telah meningkat 63% selama masa pandemi Covid-19. Menyikapi hal tersebut, Amnesty Chapter UIN Jakarta mengadakan diskusi via online dengan tajuk Voices and Action of Women During Pandemi pada Jumat malam (12-03). “Hal ini (red: peningkatan kekerasan berbasis gender) merupakan situasi yang cukup memprihatinkan” tegas Nurina Savitri, narasumber dari Amnesty Internasional Indonesia. Sebab menurutnya hak perempuan itu juga merupakan hak mereka sebagai manusia pada umumnya. Oleh karena itu antara laki-laki dan perempuan seharusnya tidak boleh ada pembedaan. “Walaupun memang ada beberapa kondisi...

Read More

Penjara Suara oleh UU ITE

[Riset] Seakan melenceng dari tujuan awal, UU ITE yang seharusnya melindungi hak bersuara diruang maya justru malah menjadi tameng yang menciderai hak kebebasan bersuara. Masalah UU ITE yang terus-menerus bermunculan menyebabkan banyaknya usulan agar pasal-pasal yang dinilai multitafsir direvisi, karena hanya mengantarkan korbannya menuju jeruji besi. Sedikit Lebih Dekat dengan UU ITE Berdasarkan kumparan.com, gagasan adanya UU ITE bermula sekitar awal tahun 2000 saat era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ketika itu, masih terjadi kekosongan hukum di ranah dunia maya atau cyber. Sehingga 2 perguruan tinggi negeri, Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran, masing-masing menyusun konsep RUU cyberlaw. Unpad...

Read More

Maraknya Kekerasan Seksual di Tengah Pandemi

Isu kekerasan seksual terhadap perempuan selama pandemi semakin meningkat. Berdasar data Women’s Crisis Centre (WCC) terdapat 121 orang yang mengalaminya. Rinciannya: 50 orang lebih mengalami Kekerasan dalam Rumah Tangga dan 40 orang lebih mengalami Kekerasan dalam Pacaran. Hal itu diungkapkan oleh Sri Wahyuni dalam webinar bertajuk “Maintain Women’s Power Against Violence and Sexual Harassment” yang diadakan oleh Medical Students Committee for International Affairs (28/02). “Ini (red, pelaporan kasus kekerasan seksual pada tahun ini) menjadi sebuah perkembangan dua kali lipat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya. Adanya peningkatan jumlah pelaporan kekerasan seksual tidak hanya dicatat oleh WCC. Hal serupa terjadi...

Read More

Pembubaran Paksa Massa Aksi di Malang pada Peringatan Hari Perempuan Internasional

Gerakan Perempuan Bersama Rakyat (Gempur) mengadakan aksi momentual saat peringatan International Women’s Day (IWD) di Malang (08/03). Mengusung tema “Hancurkan Kapitalisme! Sahkan RUU-PKS & Wujudkan Kesejahteraan Sosial Berbasis Gender,” aksi ini berencana melakukan long march dan mimbar bebas. Aksi dimulai dengan berjalan dari titik kumpul di Stadion Gajayana dan berakhir di Balai Kota. Namun, aksi tersebut dipaksa bubar oleh aparat saat masih berada di Stadion Gajayana. Is, peserta aksi, menjelaskan aksi berlangsung selama 15 menit. Kemudian, massa aksi dipaksa bubar oleh aparat. “Kami dipukul mundur oleh mereka dengan alasan tidak mengirim surat pemberitahuan dan menerapkan protokol covid saat aksi,...

Read More

Jangan Bedakan Kita Karena Kita Sama

Di pagi yang cerah ini aku sedang memasak nasi goreng untuk sarapanku dan kakakku. Biasanya sih yang masak Ibu dan aku cuma bantuin aja. Tapi hari ini Ayah dan Ibu harus berangkat keluar kota sejak dini hari tadi karena Ayah ada urusan pekerjaan selama beberapa hari di sana. Jadi mau nggak mau aku yang masak kali ini daripada nanti sakit perut karena harus makan masakan kakakku, hehe. Sebenernya kita bisa beli makanan diluar buat sarapan, tapi aku memilih masak sendiri agar lebih hemat dan uangnya bisa disimpen buat belanja online. Kalo urusan masak sih, skill-ku bisa dikatakan masih lumayan...

Read More