Notice: Function WP_Scripts::localize was called incorrectly. The $l10n parameter must be an array. To pass arbitrary data to scripts, use the wp_add_inline_script() function instead. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 5.7.0.) in /home/diannsor/public_html/wp-includes/functions.php on line 5866
LPM DIANNS

Author: LPM DIANNS

LAMBATNYA PROSES VERIFIKASI BANTUAN KEUANGAN, RATUSAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI FIA UB TERANCAM TIDAK BISA MENGIKUTI RANGKAIAN UJIAN SKRIPSI

Menurut Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (Advokesma BEM) FIA UB dalam wawancara pada Sabtu (20/09), ratusan mahasiswa akhir Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya terkendala administrasi akibat lambatnya proses verifikasi bantuan keuangan. Akibatnya, mereka tidak dapat membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) tepat waktu dan masih berstatus non-aktif, sehingga terhambat menambahkan Kartu Rencana Studi (KRS), seminar proposal, maupun ujian komprehensif. Dari pengakuan salah satu mahasiswa yang berhasil di wawancara oleh Awak Dianns menyebutkan bahwa banyak dari mereka tidak bisa mendaftar KRS hingga melaksanakan rangkaian ujian skripsi sampai berita ini ditulis “Kita ngerasa buang-buang waktu dan tenaga, juga...

Read More

BUNTUT VIRALNYA PKKMB FIA UB, PANITIA MENDAPAT TEGURAN LANGSUNG DARI DPM

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIA UB resmi memanggil panitia (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) PKKMB FIA UB 2025, pada Jumat 19 September 2025. Pemanggilan ini dilakukan setelah viralnya cuitan-cuitan mahasiswa baru di media sosial yang menilai bahwa rangkaian PKKMB FIA UB masih kuno dan terlalu keras terhadap mahasiswa baru. Ketua DPM FIA UB, Muhammad Rizki Ansar, menyebut panitia sudah keluar batas dan patut untuk dievaluasi. “Kami melihat ada sedikit keluar batas dari panitia PKKMB, sehingga mendorong kami untuk melakukan pemanggilan kepada panitia PKKMB FIA UB 2025 pada hari ini.” ujarnya. Pemanggilan ini dilakukan atas pertimbangan ditemukannya bukti-bukti yang mendukung...

Read More

Open House RAJA Brawijaya 2025 Resmi Dibuka, Diawali Doa Bersama untuk Affan Kurniawan

Universitas Brawijaya (UB) menggelar Open House RAJA Brawijaya 2025 pada Sabtu, 30 Agustus 2025, sebagai penutup rangkaian Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 11-13 Agustus lalu. Acara ini akan berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu tanggal 30-31 Agustus 2025. Sebagai bentuk bela sungkawa, pada pembukaan Open House RAJA Brawijaya 2025 kali ini, acara dibuka dengan dilakukan doa bersama untuk mendiang Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang tewas tertabrak kendaraan rantis milik Korps Brigade Mobil (BRIMOB) saat sedang mengantarkan pesanan Gofood di tengah aksi demonstrasi pada Kamis, 28 Agustus 2025. Pembacaan syair bertajuk keadilan di Indonesia serta diiringi dengan lantunan lagu Padamu Negeri. Ribuan mahasiswa yang berada di tengah lapangan rektorat mengibarkan bendera merah putih, membentuk barisan bertuliskan “Harapan Brawijaya, Education Matters”. Usai doa bersama, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Reog Ponorogo, disusul sambutan oleh Ketua Pelaksana Dosen, Dr. Mochamad Bagus Hermanto, STP, Msc., serta pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., dengan simbolisasi pemukulan gong. Tahun ini, Open House menghadirkan 211 tenant yang terdiri dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebanyak 56 tenda, International Organization 12 tenda, Forum Mahasiswa Daerah (FORDA) 20 tenda, Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (ORMEK) sebanyak 8 tenda, mitra bank terdapat 13 tenda, sponsorship sebanyak 8 tenda, fakultas 16 dan direktorat 13 tenda, Brawijaya Multi Usaha (BMU) 22 tenda, sisanya Dharma Wanita, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan Mahasiswa Wirausaha....

Read More

BRUTALITAS APARAT NEGARA TEREKAM NYATA UKIR SEJARAH HITAM INDONESIA

Brutalitas aparat negara sudah benar-benar harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintahan Indonesia. Kelompok yang bertugas melindungi masyarakat ini kian hari kian membabi buta, menutup mata hatinya dan menghilangkan rasa empatinya. Entah ini akal akalan sang penguasa yang hendak menabrakkan rakyat dengan aparat, atau ini memang bentuk nyata dari brutalitas aparat. Mulai dari kejadian besar, tragedi kanjuruhan yang menewaskan 135 nyawa manusia, hingga tragedi tewasnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online berusia 21 tahun yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob seberat 12 ton pada aksi penolakan kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 28 Agustus 2025 kemarin....

Read More

LUKA DEMOKRASI DI BALIK RODA RANTIS BRIMOB

Kamis (28/08/2025), sejarah kelam tentang brutalitas aparat negara kembali terukir di bulan kemerdekaan Indonesia setelah driver ojek online meninggal dunia. Insiden ini terjadi saat demonstrasi menolak kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di sekitar Gedung DPR RI. Seorang pengemudi ojek bernama Affan Kurniawan yang berumur 21 tahun tewas setelah terlindas kendaraan taktis dengan berat 12 ton di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Aksi tersebut terekam jelas oleh sebuah ponsel milik demonstran, yang berikutnya bisa menjadi saksi nyata bahwa brutalitas aparat negara masih menjarah hingga hari ini. Kericuhan pecah sejak pagi di beberapa titik sekitar DPR, termasuk Pejompongan yang menjadi...

Read More