(tunggu dan) dengarkan ceritaku

Penulis: Christine

(perpisahan)
katamu, hidup tak pernah kehabisan cerita. Ia selalu mengerami masalah-masalah yang tak pernah
gagal menetas. seiring bertambahnya umur, ia tumbuh,
sengaja tersesat, lalu-lalang,
kesana, kesini, dan tidak sengaja
mempertemukan kita.

aku dan kau akan saling
melihat, mendengar, meraba
simpati, empati, jatuh hati
lelah, muak, jengah, nyinyir
dan diam-diam menasihati.

(pertemuan)
akhirnya, aku masih menjadi matamu yang menabung
cerita kepedihan petani, pelayan, pembantu, pemulung,
pengamen, pengemis, pengamat, dan pemimpi
yang ingin kuliah setinggi-tinggi
kau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: