Oleh: Muhammad Nuril Mubin/Ilmu Administrasi Publik

Ketika negeriku bergejolak
Dengan hamburan opini yang berdampak
Membuat tatanan sosial membengkak
Dan membawa gelombang problema menyentak

Ketika negeri subur dibuat hancur
Oleh kekuasaan yang penuh lumpur
Pemimpinnya tidur tersungkur
Hingga masyarakatnya tak pernah akur

Ketika negeri kaya terasa miskin
Tanah ibu pertiwi hanya dibuat main
Sementara teori dijadikan agenda berangin
Akhirnya negeri yang kaya dikuasai orang lain

Kekuasaan dijadikan penindasan
Tapi hukum negeriku belum tegak tanpa landasan
Sehingga kaum berada semakin banyak berlian
Kaum tak punya hanya penuh dengan titipan

Saat ini negeriku gersang dan memudar
Mengikis jiwa yang telah hidup mengakar
Sumber kedaulatan hidup berkeadilan telah pudar
Oleh ketimpangan dan kicauan yang membongkar

Seakan kata-kata menjelma jadi senjata sakti
Yang membentuk doktrinasi untuk membenci
Padahal Pancasila telah menjadi bukti
Yang menyatukan nusantara di tanah ibu pertiwi

Negeriku.. masihkah kau punya harapan?
Harapan yang menyatukan meski banyak persimpangan
Harapan yang mensejahterakan meski banyak penderitaan
Dan harapan yang membuat mesra perbedaan

Ketika kegelisahan bertumpuk dalam ingatan
Hanya harapan yang mendorong tindakan perubahan
Semua itu bukan mimpi dalam angan
Tapi wujudkan dalam kenyataan yang mensejahterakan

Aku teringat ketika reformasi bergelora
Kaum muda menggebu bersuara
Menyuarakan tatanan sosial tanpa sandiwara
Mereka gandrung pergerakan yang sejahtera

Aku berharap semua elemen bangsa
Sadar dan bergerak merubah tatanan yang ada
Dengan kemurnian dasar negara tercinta
Untuk bersama mewujudkan harapan bangsa

Negeriku..
Harapan adalah ketika kita melakukan sesuatu
Maka persimpangan harapan mestinya pemersatu
Saatnya bersatu bergerak maju
Dalam hidup yang fana memberi makna untuk Negeriku…