Sumber : investmenteurope.net

Kebebasan berekspresi kembali seperti esepsi yang kering setelah pencekalan dan penolakan yang diilakukan beberapa ormas keagamaan pada pertunjukan musik dan bedah buku sebulan ini. Penolakan ini menyangkut kelengkapan administrasi dalam perizinan acara . Namun, dalam subjektifitas saya, bukan persyaratan izin yang menjadi alasan, tapi konten dari kegiatan itusumbernya. Kegiatan tersebut tidak cocok dilaksanakan karena melanggar norma dan menghina agama, seperti penolakan terhadap konser Lady Gaga yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 2 uni 2012 di Stadion Gelora Bung Karno.

Kepuasan Mahasiswa Rendah

 

Malang, dianns.org – Dosen memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah perguruan tinggi, jika tidak ada dosen maka perguruan tinggi itu tidak akan berjalan. Ini menempatkan dosen sebagai posisi yang sangat vital dalam suatu perguruan tinggi. Oleh karena itu, kinerja seorang dosen sangatlah berpengaruh dalam pembentukkan keahlian dan pengembangan karir mahasiswa. Bayangkan saja jika kita memiliki dosen-dosen yang tidak memiliki kinerja baik, betapa buruknya nilai perguruan tinggi kita.

Lanjutkan membaca Kepuasan Mahasiswa Rendah

Perempuanku

1943

Aku tak pernah hina seperti yang selalu kautuduhkan padaku. Ingin rasanya kusumpal mulutmu dengan serbet lusuh berlumuran muntahku. Tidakkah kau sekali saja mengerti? Oh, bukan mengerti. Itu masih terlalu jauh. Tidakkah sekali saja terlintas dipikiranmu tentangperilaku busukmu padaku? Kau terang-terangan menjarah harga diriku. Kau perlakukan aku tak ada harganya demi mengenyangkan nafsumu yang liar dan serakah ketika kukatakan tak mau. Manusia ataukah binatang kau itu sejatinya? Bahkan mungkin binatang lebih mulia daripada kau. Iblis pun mungkin lebih mulia daripada kau! Ketika aku meraung-raung kesakitan kau malah mengisap dalam-dalam puntung rokok yang menyala sambil tertawa riang menyaksikanku kesakitan. Aku ini si pesakitan. Tidakkah pernah kau melihatku sebagai manusia yang juga sama sepertimu?

Hatiku Disana, Bukan Disini

Secercah harapan muncul, matahari pagi merona tersenyum begitu anggunnya. Kapas putih melayang indah di langit. Membentuk deretan benda yang sebentar berubah mengikuti pola pemikiranku. Menyaksikan kuasa Tuhan di dataran permadani hijau ini menggambarkan kenyamanan penuh optimisme yang melahirkan sebuah kenyataan hidup begitu indah.

Udara masih sangat bersahabat begitu tertib masuk dan keluar dari paru-paru. Sungguh membuat nyaman segalanya. Saat akhir pekan inilah selalu kusempatkan untuk menyandarkan tubuhku sejenak. Istirahat dari lelahnya berpetualang mencari pengalaman baru setiap hari. Hanya di hari ini. Minggu yang indah, minggu yang sempurna, minggu yang sejuk, namun juga minggu yang kosong. Lekukan bibirku sekejap berubah menjadi perahu terbalik. Aku terhenyak saat pikiranku menyapa minggu yang kosong. Tarikan napas panjang bergelut dengan nuraniku. Kosong dan gelap.

Realitas Mode Membuka Jejak Pribadi Kaum Hawa

Pakaian atau busana bukan lagi menjadi fungsi penutup bagian tubuh manusia, melainkan beralih menjadi kebutuhan sosial yang harus dipenuhi setiap orang, khususnya kaum hawa atau perempuan. Pakaian juga merupakan salah satu identitas diri dalam hal bersosialisasi dengan masyarakat luas. Perkembangan trend mode berbusana pun nampaknya selalu tak luput dari sorotan kaum yang satu ini.

Lanjutkan membaca Realitas Mode Membuka Jejak Pribadi Kaum Hawa

Sebatas IPK Cum Laude

Cum Laude adalah kata yang mampu mengepreksikan sebuah pencapaian terbaik bagi seorang mahasiswa dalam menempuh gelar pendidikannya sebagai seorang sarjana. Hal itu berarti secara tidak langsung mahasiswa terobsesi penuh pada sebuah lambang huruf yang tercetak pada lembar hasil studi mereka. Tetapi cukup kompetenkah hasil yang didapat dengan proses belajar yang dilakukan mahasiswa tersebut?. Terkadang pertanyaan tersebut muncul dengan proyeksi bahwa hanya sebatas Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Cum Laude mampu menggambarkan secara keseluruhan potensi akademik yang dimiliki oleh seorang mahasiswa. Pengenalan akan dunia pendidikan Perguruan Tinggi memaksa kita untuk selalu bersaing dalam bidang kompetensi apapun demi mendapatkan sebuah predikat yang mumpuni antara satu sama lain. Tak jarang perburuan katacumlaude membuat sebagian mahasiswa berupaya penuh dengan cara mendidik dirinya sendiri untuk tetap fokus di bidang akademiknya.

Lanjutkan membaca Sebatas IPK Cum Laude

Brawijaya Jazz Festival XVII Hadir Dengan Konsep Baru

Malang, Dianns.org – Acara tahunan Brawijaya Jazz Festival XVII kembali digelar oleh Unit Aktivitas Band Universitas Brawijaya (Homeband UB) pada tanggal 4-5 April 2012. Mengambil tempat di Samantha Krida UB, acara Brawijaya Jazz Festival tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimulai dari acara Road to Kharisma yang diadakan di salah satu cafe di kota Malang, hingga masuk kepada konsep acara yang dibuat lebih menarik dan meriah yang akan memanjakan para pencinta musik Jazz di lingkungan UB. Lanjutkan membaca Brawijaya Jazz Festival XVII Hadir Dengan Konsep Baru

Bolehkah?

Penulis : Valentinez Hemanona

Black coffee”, kataku setelah membolak-balikkan menu.
Pelayan itu tersenyum ramah. “Pencinta kopi?” Tanyanya sambil mencatat pesanan. Aku tersenyum menggelengkan kepala. Tiba-tiba mataku terpaku pada laki-laki yang baru saja memasuki cafe ini. Dengan cepat aku menambahkan machiatto ke dalam pesanan.
“Aha, pesanan pacar rupanya”, ujar pelayan mengambil menu dan berlalu sambil tersenyum.

“Ada apa kamu sama pelayan itu?” Tanyamu sambil menarik kursi di hadapanku.

“Biasa, pencitraan cafe baru”

“Citra, you really don’t know how beautiful you are, do you?”

“Tapi dia tahu pesanan black coffee-ku untuk kamu”, dan kamu tersenyum malu. Memikat. Seperti biasa.

Ada Dia Di Matamu

Penulis : Valentinez Hemanona
“Jadi, sampai kapan kita harus menyimpan ini?” Tanyaku.

“Entahlah, aku tak tega dengan Tari. Anak-anakku juga..”

“Katakan saja! Kalian menikah karena keluarga, lalu mengapa khawatir? Apa kau cinta istrimu?”

“Kami menikah memang karena keluarga, tapi Tari orang baik. Dia tidak pernah meminta sepeser pun dari ku”.

“Baguslah, dia bisa mandiri tanpa kau..”
Kuhisap rokok ku dalam-dalam, Nendra menatapku sinis.

“Ada apa? Kau marah padaku? Benar kan kau cinta istrimu itu? Kau cinta pun aku tak apa. Apa peduli ku!” Ujarku risih.

Suara Kecil Pekerja Pena

Penulis : Anita Aprilia

Derap langkahnya terkesan arogan dan dibuat-buat.  Aku hanya sebagai anak dari induk semang yang tunduk dalam setiap arahan dari mulutnya. Selepas ini bicaraku pasti mendapat cibiran dari orang-orang penting ujung sana. Belum lagi tugasku selesai aku hanya dapat bersimpuh lekang di kaki orang-orang itu. Mulutku ditutup, tanganku dibiarkan dalam ikatan teramat kuat. Dipaksa untuk berbicara dalam rekayasa cerita yang dibuat dalam mata obyektifitas sang induk semang. Aku hanya tertunduk menunggu saat yang tepat untuk menghakiminya. Menghakimi lewat goresan-goresan tinta hitam yang aku buat untuk menyadarkan mereka bahwa aku dan kami adalah bagian dari mereka.

Lanjutkan membaca Suara Kecil Pekerja Pena

SONGSONG KEHIDUPAN DENGAN DIALEKTIKA