Penulis: M. Fakhrul Izzati

Karikatur oleh Fadhila Isniana

Wujud suatu bisnis di masa muda biasanya tidak akan lama. Alasannya sederhana, belum cukup pengalaman salah satu penyebab dari kegagalan itu.

Dunia bisnis tidak selalu berada pada kondisi yang baik, kondisi buruknya. Dalam keadaan seperti ini, kematangan berpikir pengusaha muda sangat dibutuhkan. Namun, sebatas pengalaman yang dimiliki pengusaha muda memengaruhi kematangan mereka. Hal inilah yang menyebabkan masalah dalam keputusan keputusan. Tak mengherankan jika sebagian besar dari mereka tidak mampu membawa bisnisnya ke tahap selanjutnya.

Berbeda ketika mereka bisa survive dari masalah yang menjerat. Semakin sering mengalami kegagalan, tentu membuat para pengusaha muda belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama. Bangkit dari kegagalan juga dapat menjadi pengalaman berharga yang berguna di kemudian hari. Hal inilah yang perlahan dapat memicu kepercayaan diri mereka. Lalu, bagaimana mereka mampu survive? Mengingat usia mereka yang masih muda. Ada satu cara yang bisa digunakan untuk survive, yaitu menggunakanwingman atau assist. Istilah wingman atau assist memang jarang digunakan dalam kegiatan bisnis namun lebih sering digunakan dalam permainan sepak bola.

Makna dari kata wingman atau assist dalam sepak bola sendiri adalah seseorang yang akan berusaha membantu pemain penyerang dalam mencapai tujuan tim, yaitu gol yang akan membawa mereka meraih kemenangan. Namun, istilah tersebut ternyata juga dapat digunakan dalam kegiatan bisnis.Wingman atau assist dalam kegiatan bisnis tidak hanya berperan sebagai seorang pembantu, melainkan juga sebagai seorang pengawal, pelindung, pengumpan, ataupun sebagai penasihat dalam bisnis. Keuntungan memiliki seorang wingman atau assist dalam bisnis adalah membantu kita untuk menjaga kestabilan bisnis meskipun kita sedang berada dalam keadaan yang kurang menguntungkan. Orang yang mampu menjadi wingman atau assist biasanya bukan orangtua, melainkan rekan sesama pebisnis. Hal itulah yang sering membuat pengusaha muda survive dari masalah yang ada.

Menuju sukses tidak selalu harus gagal di awal

Semasa kecil, kita telah diberi pemahaman bahwa untuk menjadi pengusaha sukses harus melewati suatu kegagalan. Kenyataannya, memang tidak sedikit pengusaha sukses yang mengakui hal tersebut. Untuk melalui suatu fase bisnis, terjatuh dan bangkit lagi sudah menjadi hal yang wajar. Pengusaha memang harus mampu bertahan dalam menjalankan suatu usaha. Hingga pada saatnya bisnis tersebut mencapai titik majority (tertinggi). Di titik ini, bisnis sudah mampu lagi mengembangkan usahanya. Satu-satunya hal yang dapat dilakukan ketika berada di titik itu adalah menunggu fase kemunduran bisnis.

Lalu, apakah bisa memulai bisnis tanpa melewati kegagalan? Sepertinya hal itu bukanlah sebuah kemustahilan. Pada dasarnya, jika memulai sesuatu dengan sebuah rencana maka suatu kegagalan dapat diminimalisasi. Untuk memulai sebuah rencana, cukup membuat rencana sederhana yang kemudian dimatangkan. Rencana yang matang tersebutlah yang bisa mengawali sebuah rencana besar. Rencana besar ini dapat digunakan untuk menemukan, mencari, dan membantu meraih tujuan yang diinginkan. Intinya, bermodalkan sebuah rencana yang baik akan membantu kita terhindar dari suatu kegagalan.

Kunci utama memulai suatu usaha

Dalam memulai suatu usaha, kepercayaan diri dan niat memang dibutuhkan namun kedua hal tersebut tidaklah cukup. Masih banyak lagi yang harus disiapkan untuk memulai bisnis, termasuk juga berbagai modal. Modal yang perlu disiapkan pertama kali tidak hanya berupa uang. Banyak calon pengusaha muda menganggap modal yang terpenting adalah uang. Tidak ada uang, tidak ada bisnis. Anggapan itulah yang membuat pengusaha muda kesulitan memulai bisnisnya. Akan tetapi, uang tidak menjamin suatu usaha akan berjalan dengan baik jika tidak dikelola dengan bijaksana.

Selain modal yang pertama, diperlukan modal kedua untuk mendukung modal pertama. Modal kedua tersebut adalah pengalaman. Seperti yang saya ungkapkan di atas, sedikitnya pengalaman yang dimiliki pengusaha dapat menjadi suatu hambatan. Oleh karena itu, pengalaman memegang peran penting dalam memulai suatu bisnis. Pengalaman akan mengajari kita untuk senantiasa berhati-hati dalam mengelola uang agar tidak salah kaprah dalam penggunaannya. Jika kita belum memiliki pengalaman yang cukup, masih banyak cara yang dapat ditempuh untuk menambah pengalaman. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah belajar melalui internet.

Kita juga membutuhkan modal ketiga pada saat pengambilan keputusan dalam bisnis. Modal ketiga ini adalah sebuah rencana. Dengan rencana yang baik, maka kita tidak perlu lagi khawatir mengenai hal-hal yang dapat mengancam keberlangsungan bisnis. Dalam menyusun sebuah rencana yang baik, tentu kita harus memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Hal ini sangat penting untuk mencegah suatu masalah dan menyusun solusi alternatif jika rencana tersebut memang benar terjadi.

Modal yang merupakan link. Semakin banyak link yang kita miliki, maka semakin besar informasi yang akan kita dapatkan. Link ini juga berguna untuk menjembatani kita dengan orang-orang yang berada di luar jangkauan bisnis. Namun, link ini tidak akan memberi manfaat yang signifikan saat kita tidak memiliki modal. Modal kelima ini adalah kepercayaan. Kepercayaan bisa mengubah lawan menjadi kawan dan membuat kawan akan semakin setia pada kita.

Dunia bisnis merupakan panggung persaingan yang sangat ketat. Salah sedikit saja kita melangkah, maka yang memang cukup besar. Maka dari itu, semua modal itu harus dimiliki untuk memulai suatu bisnis.