Kategori: Puisi

Sajak Tembok Tua

Penulis : Wasesa Rizky Apa itu kekuasaan? Apa itu keadilan? Mengapa berisik sekali orang-orang ini? Tembok tua nan gagah menjulang di depanku. Menyombongkan kekuatannya. Angkuh akan besar dirinya dan betapa aku tidak berarti di depannya. Kau tahu? Sekali tendang mampus kau! Kau tinggi namun rapuh. Kau besar namun ringkih. Lihat dirimu! Membusuk oleh zaman. Ditinggalkan, diasingkan. Berdiri tegap sendirian di antara padat rerumputan. Tak acuh! Namun kenapa kau masih mengagungkan dirimu? Apa kau berkuasa? Apa kekuasaanmu? Lihat dirimu! Serat jamur dan akar lumut mengerogoti setiap inci dari badanmu. Semut pun enggan membuat pelabuhannya di dirimu. Tapak cicak pun tak...

Read More

Daftar Khayalan Petani

Penulis : Christine di dalam khayalanku, 1. kau seorang mahasiswa. 2. kau masih belajar dan dapat ilmu. 3. kau masih diberi sangu dan bisa makan. 4. kau masih berdoa dan dapat didengar. 5. kau masih berontak dan bisa diaminkan. 6. kau masih menjadi aktivis dan keluar-masuk desa. 7. kau masih bertanya dan aku menjawab. 8. aku masih bertanya dan kau tak bisa menjawab. di luar khayalanku, 1. kau seorang maha polos sampai belum bisa menjadi siswa. 2. kau masih banyak bicara sampai belum bisa menulis. 3. kau masih diteteki ibumu sampai belum bisa merasa. 4. kau masih disuapi bapakmu...

Read More

Persimpangan Harapan Negeriku

Penulis: Muhammad Nuril Mubin/Ilmu Administrasi Publik Ketika negeriku bergejolak Dengan hamburan opini yang berdampak Membuat tatanan sosial membengkak Dan membawa gelombang problema menyentak Ketika negeri subur dibuat hancur Oleh kekuasaan yang penuh lumpur Pemimpinnya tidur tersungkur Hingga masyarakatnya tak pernah akur Ketika negeri kaya terasa miskin Tanah ibu pertiwi hanya dibuat main Sementara teori dijadikan agenda berangin Akhirnya negeri yang kaya dikuasai orang lain Kekuasaan dijadikan penindasan Tapi hukum negeriku belum tegak tanpa landasan Sehingga kaum berada semakin banyak berlian Kaum tak punya hanya penuh dengan titipan Saat ini negeriku gersang dan memudar Mengikis jiwa yang telah hidup mengakar...

Read More

Pendidikan untuk Angka

Penulis: Abal abal Pendidikan yang terpaku angka Pendidikan yang tak berarti Bila tak didampingi angka Tapi yang diutamakan hanya angka tanpa pemahaman Jika tak mendapatkan angka besar maka kamu adalah kegoblokan! Memang begitu istimewa angka-angka ini Sudah jadi jiwa pendidikan Maka benarlah sungguh benar Akan terlahir pikiran-pikiran dan jiwa-jiwa pengemis Yang meminta tanpa usaha berarti Lantas bagaimana jika aku tak menginginkan angka? Apakah akan kau anggap aku tak...

Read More

Senandung Bisu

Oleh Athika Fady Aku ingat enam lima Membunuh atau dibunuh adalah pilihan Gertakan itu mencabut nuraniku Aku meragu tetapi aku harus Wanita menari, aku anggap gerwani Petani mengarit, aku anggap palu arit Langsung siksa dan perkosa! Perintah Yang Mulia Sekarang tentang tanda Serdadu teriak “ANJING!” Aku jawab “GILA!” Senjata terangkat, aku bersiap Kusuruh mereka menggali Untuk tempat terakhir kali Badannya lebur, tinggal napas dibalur sadar Berondong peluruku pun harus tepat sasaran Malam gulita jadi saksi bisu Aku menembak, aku mengayau Hanya sekali tebas Langsung tewas Mauku kasihan Tapi serdadu angkat senjata Menodong setiap titik nyawaku Membunuh naluriku Negeri biadab kuserapah! Tirani empat windu yang perintahku Mencipta stigma di alam pikirku Aku tunduk, mengangguk Lima satu yang lalu masih jadi bekas Mungkin samar, tetapi lagi Potongan nuraniku kembali pulang Mengucap sesal yang...

Read More