Kategori: Sastra

Surat dari Tuan

Penulis: Hendra Kristopel Tak tahu diri! Kau terlalu banyak menuntut Keringatmu palsu Tapi mengenyangkanku Untuk apa kau menuntut? Biar saja lapar menggerogotimu Membunuhmu pelan pelan Agar bumiku tak penuh sesak orang-orang bernyali Untuk apa kau menuntut? Biar saja anakmu tak bisa sekolah Menjauhlah dari pendidikan Agar ada yang selalu bisa kubodohi Upah murah, sistem outsourcing, dan tak ada jaminan sosial! Hanyalah sebagian yang telah kupermainkan untukmu Kau masih ingat Marsinah? Satu dari sekian banyak temanmu Yang telah kubuat menghilang Kau terus saja melawan, melancarkan aksi, orasi, puisi perlawanan! Hingga aku gentar juga Tapi camkanlah satu hal Aku selalu bisa...

Read More

(Tunggu dan) Dengarkan Ceritaku

Penulis: Christine (perpisahan) katamu, hidup tak pernah kehabisan cerita. Ia selalu mengerami masalah-masalah yang tak pernah gagal menetas. seiring bertambahnya umur, ia tumbuh, sengaja tersesat, lalu-lalang, kesana, kesini, dan tidak sengaja mempertemukan kita. aku dan kau akan saling melihat, mendengar, meraba simpati, empati, jatuh hati lelah, muak, jengah, nyinyir dan diam-diam menasihati. (pertemuan) akhirnya, aku masih menjadi matamu yang menabung cerita kepedihan petani, pelayan, pembantu, pemulung, pengamen, pengemis, pengamat, dan pemimpi yang ingin kuliah setinggi-tinggi...

Read More

Sajak Tembok Tua

Penulis : Wasesa Rizky Apa itu kekuasaan? Apa itu keadilan? Mengapa berisik sekali orang-orang ini? Tembok tua nan gagah menjulang di depanku. Menyombongkan kekuatannya. Angkuh akan besar dirinya dan betapa aku tidak berarti di depannya. Kau tahu? Sekali tendang mampus kau! Kau tinggi namun rapuh. Kau besar namun ringkih. Lihat dirimu! Membusuk oleh zaman. Ditinggalkan, diasingkan. Berdiri tegap sendirian di antara padat rerumputan. Tak acuh! Namun kenapa kau masih mengagungkan dirimu? Apa kau berkuasa? Apa kekuasaanmu? Lihat dirimu! Serat jamur dan akar lumut mengerogoti setiap inci dari badanmu. Semut pun enggan membuat pelabuhannya di dirimu. Tapak cicak pun tak...

Read More

Daftar Khayalan Petani

Penulis : Christine di dalam khayalanku, 1. kau seorang mahasiswa. 2. kau masih belajar dan dapat ilmu. 3. kau masih diberi sangu dan bisa makan. 4. kau masih berdoa dan dapat didengar. 5. kau masih berontak dan bisa diaminkan. 6. kau masih menjadi aktivis dan keluar-masuk desa. 7. kau masih bertanya dan aku menjawab. 8. aku masih bertanya dan kau tak bisa menjawab. di luar khayalanku, 1. kau seorang maha polos sampai belum bisa menjadi siswa. 2. kau masih banyak bicara sampai belum bisa menulis. 3. kau masih diteteki ibumu sampai belum bisa merasa. 4. kau masih disuapi bapakmu...

Read More

Persimpangan Harapan Negeriku

Penulis: Muhammad Nuril Mubin/Ilmu Administrasi Publik Ketika negeriku bergejolak Dengan hamburan opini yang berdampak Membuat tatanan sosial membengkak Dan membawa gelombang problema menyentak Ketika negeri subur dibuat hancur Oleh kekuasaan yang penuh lumpur Pemimpinnya tidur tersungkur Hingga masyarakatnya tak pernah akur Ketika negeri kaya terasa miskin Tanah ibu pertiwi hanya dibuat main Sementara teori dijadikan agenda berangin Akhirnya negeri yang kaya dikuasai orang lain Kekuasaan dijadikan penindasan Tapi hukum negeriku belum tegak tanpa landasan Sehingga kaum berada semakin banyak berlian Kaum tak punya hanya penuh dengan titipan Saat ini negeriku gersang dan memudar Mengikis jiwa yang telah hidup mengakar...

Read More