Kategori: Cerpen

Telah Mati

Penulis : Karima Styorini Hari ini kawanku mati. Dadanya sesak, napasnya tersengal-sengal, tubuhnya pucat membiru. Kalimat terakhir yang sempat ia ucapkan dengan susah payah setelah perdebatan kami, Perhatikan Tan Malaka. Aku masih mencari-cari maksud petuah terakhir kawanku itu, hingga matahari melingsir ke peraduannya petang ini, yang kutahu hanya siapa Tan Malaka, sisanya masih teka-teki yang tak kunjung kutemu jawabannya. Beberapa waktu sebelum kawanku mati, aku sempat berdebat dengannya. Siang yang gerah. Hampir tiga puluh menit aku terpanggang terik matahari, menunggu seorang kawan yang katanya ingin bertemu. Membahas sesuatu yang penting, begitu ucapnya empat jam yang lalu. Kalau bukan karena...

Read More

Secuil Kisah Negeri Kolam Susu

Penulis: Rethiya A “Dia punya raga. Aku punya jiwa. Dia punya raga. Aku punya jiwa. Tanah Surga namanya.” Sayup-sayup angin dingin menyapu suara antah brantah. Menjadikan Lenang dalam dengkurannya tertegu. Tak kala matanya melotot menyibak Tanah Surga. Benar-benar surga memang. Angin bersilir diantara padang rumput dan danau. Mega-mega putih menggumpal menjadikanya ketenangan. Mata melotot Lenang mulai tertimang-timang melanjutkan dengkurannya. Ketika suara “dorrrr!” menyentaknya. Membuat matanya melotot menghadap tebing tinggi diujung Tanah Surga. Ketika ia bangun, kakinya melangkah membelah Tanah Surga. Hati Lenang keruh, ketakutan mengelilinginya. Tebing diujung ternyata tumpukan semut-semut hitam tak bernyawa. Ia tengok arah lain. Berekor-ekor Tembukur...

Read More

Kesatria Piningit

Penulis: Lupa Ingatan/Administrasi Bisnis 2014 Uang ratusan juta dollar dikeluarkan pemerintah Amerika untuk membiayai peluncuran satelit pendeteksi aura manusia. Ribuan ilmuwan berkumpul mengadakan diskusi terbuka untuk menemukan alat pembaca pikiran manusia jarak jauh–yang tentunya mampu mendeteksi lebih cepat daripada satelit. Agen-agen rahasia seluruh negara dikerahkan ke pelosok dunia: ke dusun, pulau-pulau hasil reklamasi, bahkan hingga ke mal-mal di Antartika. Dimanakah Kesatria Piningit? Begitulah berita yang menjadi headline koran maupun liputan utama dalam siaran televisi dalam sebulan ini. Tidak hanya media lokal, media mancanegara pun seperti sedang kebanjiran liputan. Bahkan berita di internet juga tak kalah sengit. Setiap portal berita...

Read More

Jangan Rebut Lapangan Kami

Penulis: Ria Fitriani “Diah, sekarang sih ..” seru seorang bocah. “Ah, iya ..” jawab Diah. “Diah, awas jangan sampai gagal! Nanti tim kita bisa kalah .. “seru bocah yang lainnya. “Tenang saja! Tenagaku besar, kamu tak perlu khawatir .. “ucap Diah dengan nada penuh percaya diri. Ia pun mendapatkan bola kasti di genggamannya menggunakan kayu pemukul dengan kuat. Bola melambung jauh, semua anggota tim lari ke zona aman. Tim Diah kembali menang pertandingan. Suara riuh sorak sorai anak-anak polos ini sangat meramaikan suasana di lapangan desa Mojo Mulyo sakit itu. “Diah!” Panggil seseorang dari balik pohon jambu. “Ah, Sigit! Kau membuatku kaget saja. ” “Maaf Di,...

Read More

Untuk Bayiku Yang Tak Bernama

Penulis : Zendy Titis D. A Aku berangkat kerja. Kumasuki lapis demi lapis pagi seiring dengan kayuhan pedal sepedaku. Dulu, jalanku sepagi ini bukanlah hiruk pikuk lalu lintas yang macet. Melainkan hamparan sawah royo-royo[1] dengan kabut yang setengah terangkat. Kini, harus kurelakan kenangan sepuluh tahun silam itu. Mereka telah menguap bersama harapan terakhir yang tersisa di hati perempuan tua sepertiku. Aku harus mengikhlaskan sejuk silir padi yang setiap hari membantu napas kami. Aku dan seluruh petani yang dulu menggantungkan hidupnya pada persawahan di desa kami. Aku terus mengayuh, sesekali kurasakan kontraksi pada perutku. Setelah keberangkatan suamiku ke Malaysia, aku...

Read More