Kategori: Sastra

Lelaki Kurang Kerjaan dan Perempuan Gila

  Penulis: Dinda Indah Asmara Pendar lampu lima watt yang berwarna kuning mewarnai jalan. Jalan berbatu dilapisi air sisa hujan tadi sore. Beberapa serangga malam kesenengan melihat cahaya terang. Dusun itu sunyi. Pepohonan dan bukit-bukit membuatnya begitu terasing, jika lampu tak menyala, dusun itu sudah mirip kuburan ketika magrib menjelang. Dusun itu adalah dusun yang sepi dan kesepian. Orang-orang tua yang cita-cita terbesarnya hanyalah melihat kepulangan anak-anaknya dari rantauan dan anak-anak kecil berhidung mbeler kurus kering adalah penghuninya. Jika siang, hanya omelan para nenek menyuruh cucunya tidur dan obrolan para kakek yang sedang beristirahat dari sawah yang membuat dusun...

Read More

Inikah Pembangunan?

Penulis: Evryta Putri Beribu kilometer jalan telah terbuka kawan Menuju gerbang masa depan Perubahan baru akan segera dirasakan Oh inikah pembangunan? Suara jeritan yang tertikam laras panjang Oleh para serdadu yang tak gentar menyerang Oh inikah pembangunan? Mesin besar menggilas, menindas Mencakar setiap jengkal penghalangnya dengan keras Dengan janji yang awalnya menyejahterakan Dengan mulut yang menggemborkan kesenangan Dengan tenaga kuat yang menghancurkan Dengan dengungan perlawanan yang selalu diabaikan Sekali lagi, inikah pembangunan? Dengan segala bentuk ketidakadilan Kami bersatu, beriringan untuk melawan Memperjuangkan hak kami yang dirampas Oleh para Tuan yang beringas nan...

Read More

Selamat Nak, Kau Telah Berbahagia

Penulis: Helmi Naufal Sumpah aku gatau siapa diriku. Anggapan orang aku sehelai roh yang bisa masuk ke tubuh orang. Itu bisa tak lakukan dengan mudah. Aku heran, ndak semua orang bisa melihat diriku. Tapi aku bisa melihat semua orang yang pingin ku lihat. Aku bisa terbang, nembus tembok, semauku deh. Iya aku tau kegiatanku tapi ndak tau siapa diriku. Lebih tepatnya ndak berani memberi identitas diriku. Dari hari ke hari kerjaanku cuma terbang. Terbang. Terbang. Terbang. Gaada rasa capek buat terbang. Satu-satunya hal yang membuatku ndak terbang? Aku ndak tau juga. Pernah ada satu hal yang membuatku berhenti terbang....

Read More

Proyek Rumah Langit

Penulis: Jatikuning “Presiden akan membuatkan istana untuk kalian di langit!” Seorang pria paruh baya dengan baju dinas yang baru keluar dari laundry-an mengangkat tinggi-tinggi tangannya sambil mendelik ke atas. Senyum manisnya tak ketinggalan. Meski ia mencoba untuk tetap terlihat tegas dan berwibawa. Di belakangnya, dua ajudan berpakaian pekat membawa setumpuk selebaran kertas berwarna biru. “Enak kan punya rumah di langit, Mad?” Pak Lurah menjawil lengan Somad. Somad memang punya mimpi untuk memiliki rumah di langit. Setiap kali ia menengok ke atas, entah ketika ia bermain layang-layang, memandang pesawat lewat, menerawang melalui jendela kelasnya yang tak berdaun, atau saat hendak...

Read More

Anak Kecil dan Bolanya

Penulis: Iko Dian Wiratama Hari Kamis bulan lalu ada hari libur nasional. Rindu akan kehangatan keluarga yang sudah tak terbendung lagi telah memburuku untuk pulang ke kampung halaman. Ruang perkotaan yang padat telah menutup ruangku untuk berkomunikasi pada keluarga. Hiruk-pikuk perkotaan justru sering kali melahirkan keterasingan berbalut keramaian. Hutan beton yang menjulang tinggi alih-alih menyajikan keindahan justru menyisakan sajian lorong-lorong penindasan. Hamparan padi yang hijau dan suara tonggeret yang memecah kesunyian hutan selalu membuatku rindu. Entah apa yang membawa ku berada dalam ruang perkotaan yang sebenarnya tidaklah lebih baik dari kampung halaman ku. Terkadang itu pula yang membuat ku...

Read More