Kategori: Poster

LPM DIANNS mengadakan diskusi publik

APAKAH PEMBANGUNAN HARUS MENGORBANKAN ALAM DAN MANUSIANYA?” Jumat, 20 Mei 2016 16.00 – Selesai Basement FIA UB GRATIS (TERBUKA UNTUK UMUM) Menampilkan -Pameran foto -Monolog -Musikalisasi puisi -Diskusi dan Nobar film “Rayuan Pulau Palsu” Pemantik: -Rere (Walhi) -Daniel (Akademisi) Catat tanggalnya dan...

Read More

Ilustrator: Fadhila IsnianaSalam persma! Selamat siang Kawan DIANNS, 28 April 2016 tepat diperingati sebagai Hari Puisi. Puisi merupakan salah satu bagian dari ragam sastra yang lebih menekankan pada amanat yang terkandung dalam tiap pilihan baitnya. Puisi sendiri dibagi menjadi puisi lama dan puisi baru. Tak terpisah dari kumpulan puisi yang merupakan bagian dari sastra. Dalam perkembangannya, sastra tak bisa diterjemahkan dari kehidupan masyarakat, baik dalam aspek ekonomi, sosial, politik, budaya. Sastra digunanakan sebagai daya kritis oleh para sastrawan terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Saat ini patut dipertanyakan tentang bagaimana tengkorak. Hal tersebut dimulai sejak terbelenggunya sastra oleh hegemoni Orde Baru dan adanya keterbatasan bersuara diruang – ruang publik. Pengaruh pasar bebas yang diturunkan oleh kapitalis ekonomi Orde Baru mencekoki masyarakat dengan sastra pop yang berisikan “cinta dan kedamaian”, yang secara tidak langsung menggeser bangunan sastra sebagai alat perlawanan. Nurani Soyomukti dalam bukunya Sastra Perlawanan, bangunlah kisah “cinta dan kedamaian” yang disiarkan melalui media massa untuk menghibur para massa tertindas. Bertujuan untuk menutup penghisapan tenaga kerja dan kaum miskin yang telah dibuai dengan pemahaman dan nafsu dari parauangan Kapital untuk para pemilik modal. Belum adanya kesadaran dari masyarakat mengenai ketertindasan yang mereka alami dan yang sedang mereka lakukan dengan alasan akan menggangu ketertiban nasional. Membuat jati diri sastra yang hakikatnya sebagai media perlawanan semakin tergerus dan...

Read More

Melek AnggaranKeterbukaan Informasi Publik (KIP) di Indonesia pada era pasca reformasi merupakan hak bagi seluruh masyarakat, tidak terkecuali mahasiswa. Apalagi pasca dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, hak masyarakat atas akses informasi semakin luas. KIP menjadi ciri penting negara demokratis dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, salah satunya melalui penyelenggaraan negara yang baik. Perguruan Tinggi Negeri sebagai bagian dari Badan Publik memiliki kebanggaan untuk memberikan keterbukaan informasi kepada mahasiswa, tidak terkecuali Universitas Brawijaya (UB). Pada bulan Desember 2015, UB telah menerima penghargaan sebagai Universitas Negeri dengan KIP terbaik di Indonesia. Melihat kejadian yang ada di beberapa fakultas ini, kami mencoba untuk menyerap aspirasi mahasiswa UB perihal pelaksanaan KIP di kampus biru kita. Bagaimana tanggapanmu? Apakah UB sudah benar-benar benar-benar menyeleggarakan KIP? Mari tuangkan dalam komentar...

Read More

Ilustrasi oleh: Fadhila Isniana Saat ini lingkungan menjadi isu yang hangat di masyarakat, seperti masalah pembangunan industri yang memiliki dampak langsung terhadap lingkungan maupun sosial ekonomi. Di Tuban, ada industri pabrik semen yang merusak lingkungan melalui eksploitasi Karst secara besar-besaran. Selain itu, asap dan debu dari pabrik air mani tersebut bisa mengenaskan udara yang bisa menganggu kesehatan warga. Desa yang berada di sekitar pabrik memiliki jumlah kematian yang tidak wajar. Sebanyak 61 warga dalam kurun waktu 45 hari. Masalah di Tuban ini hanya segelintir contoh dari banyak kasus yang ditimbulkan oleh pembangunan industri di...

Read More

Ilustrasi oleh: M. Yusuf Isma’ilRaden Ajeng Kartini atau RA Kartini adalah sosok pahlawan nasional yang dikenal lekat dengan emansipasi wanita. Beliau lahir pada tanggal 21 April 1879, dan pada tahun 1964 dicetuskan untuk diperingati setiap saat oleh Presiden pertama RI, Sukarno. Berdasarkan Keppres No. 108 Tahun 1964, RA Kartini disahkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Cita-citanya untuk menyetarakan hak wanita dan hak pria pada masa itu menjadi angin segar bagi masa depan kaum wanita.Karena wanita pada masa itu kurang dalam status sosial di masyarakat. Setelah menikah, beliau juga mendirikan sekolah wanita di Rembang. Gagasan dan pola pikir RA Kartini tertuang dalam surat untuk kawan-kawan di Eropa dan Belanda, dan salah satu semboyan RA Kartini yaitu, “Barangsiapa tidak berani, dia tidak mau menang, tepat semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani menang tiga perempat dunia! “. Bisa semboyan tersebut sesegera mungkin untuk kisah “9 Srikandi Kendeng” yang sangat gigih sudah selesai semen oleh PT. Semen Indonesia di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Pasalnya daerah ini adalah daerah Cekungan Air Tanah (CAT), yang ikut andil besar di udara di pulau Jawa ini. Perjuangan merekat dimulai sejak tanggal 16 Juni 2014, jumlah ibu-ibu yang menolak masuknya PT. Semen Indonesai di Rembang dan bentuk tenda terpal di areal pabrik. Mereka juga pernah masuk ke pabrik, harus diakhiri dengan “sikut” dari aparat keamanan. Saat ini “9 Srikandi Kendeng” terus mendorong pembatalan pembangunan pabrik semen dengan memasung kaki mereka ke dalam air mani. Selamat Hari...

Read More