Kategori: Liputan Khusus

Lingkungan: Arena Kontestasi dari Korporasi sampai Negara

Reporter: Brillian Siswo W. dan Bagas Prakoso             Malang, dianns.org – Pada Selasa, 13 Maret 2018, dilakukan pemutaran perdana film #ASIMETRIS di 27 kota yang diproduksi oleh tim Watchdoc Documentary. Film yang berlatar tempat di Kalimantan ini coba menggali penyebab sesungguhnya dari tragedi bencana kabut asap yang melanda pulau tersebut. Sorotan utama dalam tampilan film tersebut merujuk pada aktivitas industri kelapa sawit di Kalimantan. Menurut Dokumen Statistik Perkebunan Indonesia Direktorat Jenderal Perkebunan, luas areanya sampai sekarang lebih dari 4,3 juta hektar, dimana lebih dari 70% nya dikuasai oleh sektor swasta. Dalam film #ASIMETRIS, tidak hanya memperlihatkan bagaimana dampak dari...

Read More

Kelanjutan Nasib Represifitas terhadap Persma

Reporter: Rima Fahmi A. dan Salsa Nur A. Malang, dianns.org – Muhammad Iqbal yang merupakan anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) SUAKA, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengalami intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian Bandung. Hal tersebut terjadi ketika proses peliputan mengenai demonstrasi penolakan pendirian rumah deret di Kawasan Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan pada Kamis, 12 April 2018 di Balaikota Bandung. Mengenai tindak lanjut kasus tersebut, Iqbal didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung telah menempuh proses pelaporan kepada pihak berwajib. Kasus tersebut juga memunculkan reaksi dari berbagai pihak diantaranya Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Bandung...

Read More

Kisah Melodi dalam Ruang Terbatas

Penulis: Rifqah Dita Nabilah dan Nur Fatimah Di bawah teriknya matahari siang itu kendaraan kami melaju menuju ke sebuah tempat yang kami temukan di situs internet. Museum Musik Indonesia namanya. Letaknya di Gedung Gajayana. Tergambar dalam bayangan kami sebuah gedung besar berisikan berbagai alat musik dan cerita historis dibaliknya. Kami pun berharap menemukan suatu kepuasan di sana. Setibanya kami di sana, perasaan kecewa sempat melanda tatkala melihat luas ruangan itu tidak seperti bayangan kami. Tidak cukup besar, kira-kira sebesar rumah minimalis, tepatnya 20 dikali 10 meter. Kami pun melangkahkan kaki memasuki ruangan itu. Tercengang dengan apa yang ada di dalam...

Read More

Dampak Otonomi Kampus di UI dan UGM

Reporter: Johanis Merkurius Cigo dan Athika Sri Ayuningtyas Sebagai kampus yang menjadi pilot project otonomi Perguruan Tinggi (PT), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengalami perjalanan panjang dalam mengelola kampusnya secara otonom. LPM DIANNS mencoba menilik ke dalam dua kampus yang sudah lebih dulu menyandang status Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Secara hukum, UI disahkan menjadi PTN BH pada tanggal 14 Oktober 2013 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2013 Tentang Statuta Universitas Indonesia. Namun jauh sebelum itu, model otonomi tata kelola PT sudah dilimpahkan ke UI sejak tahun 2000 dengan dikeluarkannya PP Nomor...

Read More

Sembojan, Sebuah Entitas Sejarah dalam Musik

Reporter: Fadhila Isniana dan Nurhidayah Istiqomah Perpaduan alunan musik dari suling, gitar, dan biola menggema di seluruh tempat ruang bersantai 3 gedung modern MX Mall pada Sabtu malam, 27 Maret 2016. Komposisi instrumen musik ini mengawali deretan lagu yang dibawakan oleh ketiga personil band Tigapagi saat sedang mengisi acara Creative Zone Yang diselenggarakan oleh LA. Ketiga personil tersebut adalah Sigit Agung Pramudita sebagai vokalis sekaligus gitaris, juga kakak beradik Eko Sakti Oktavianto dan Prima Dian Febrianto selaku gitaris dan bassis. Seusai membawakan hampir semua lagu dalam album yang berjudul Roekmana’s Repertoire, band yang sudah berdiri sejak tahun 2006 ini berlanjut aksi panggungnya dengan lagu lagu dalam album Entitas Pendek (EP) terbarunya yang berjudul Sembojan. Lagu bergenre folk yang dipadukan dengan komposisi musik khas sunda, sudah menjadi ciri khas dari band indie asal Kota Bandung ini. Peleburan genre Folk dan musik daerah membuat lagu-lagu band Tigapagi terdengar tenang dan syahdu. Meski mereka hanya tampil di parkiran yang terbatas, dengan tinggi 2,5 meter, penonton tetap memadati sekitar area panggung yang hanya berukuran kurang lebih 4 x 6 meter. Alunan musik khas Sunda yang syahdu mampu menghipnotis para pendengarnya untuk tetap menikmati lagu yang dibawakan Sigit dan kawan-kawan walaupun berada di tempat parkir yang panas dan pengap. Bahkan, saat Tigapagi membawakan lagu penutup, terdengar lirih para penonton menirukan Sigit menyanyikan lagu Sembojan. Vokalis band Tigapagi ini sendiri mengaku bahwa sejak peluncuran album EP Sembojan,...

Read More
  • 1
  • 2