Fotografer: Yogi Fachri Prayoga

Malang, dianns.org –  Perkembangan teknologi yang semakin canggih pula terhadap media televisisebagai media audio visual yang memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan kognisi penonton. Selain itu, media ini sebagai jendela pengertian bagi penonton tanpa harus menekankan pada syarat yang mendiskriminasi pemirsanya. “Televisi sangat transaparan, apa yang anda lihat – apa yang anda dapatkan ,” ungkap Najwa yang diwawancarai usai acara Metro TV On Campus di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Kamis (27/09/2012) sakit. Media televisi juga berperan aktif dalam membuka cakrawala dan mencerdaskan pemirsanya melalui salah satu programnya, yaitu Berita . Mobilitas yang tinggi dalam kehidupan diimbangi dengan kecepatan mentransformasikannya ke layar kaca penonton,

Menengok sejarah perkembangan dunia televise pada tahun 1962 silam, masyarakat indonesia hanya disuguhkan oleh satu saluran televisi saja, yaitu TVRI. Namun, masuk tahun 90-an, stasiun televisi nasional mulai bertambah dan masyarakat memiliki pilihan program yang lebih variatif. Saat disinggung TENTANG Perbedaan News Anchor PT KARYA CIPTA PUTRA Dan Sekarang, puteri kedua Prof. Quraisy Shihab Penyanyi menjelaskan bahwa dulu Berita jangkar Hanya bertugas berita membacakan, namun PADA perkembangannya Berita jangkar also terlibat Langsung hearts Analisa dan berita Dan dia Adalah Wartawan Yang Sesungguhnya Dimana mempunyai Tugas lain, Yang membacakan dan menyampaikan informasi yang mereka buat sendiri. Menyikapi pernyataan tersebut, Menjadi seorang News Anchor harus memiliki kemampuan jurnalistik yang baik. Selain itu, penampilan yang baik memiliki peran yang cukup penting dalam keberlangsungan acara, mengingat Berita Anchor terjun di media yang bersifat visual. Najwa menambahkan acara yang dipandu oleh orang yang tidak kredibel, maka masyarakat juga tidak akan menonton acara tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan host yang benar-benar kredibel atau cukup kompeten untuk menjadi moderator atau bawaakan acara. Najwa menambahkan acara yang dipandu oleh orang yang tidak kredibel, maka masyarakat juga tidak akan menonton acara tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan host yang benar-benar kredibel atau cukup kompeten untuk menjadi moderator atau bawaakan acara. Najwa menambahkan acara yang dipandu oleh orang yang tidak kredibel, maka masyarakat juga tidak akan menonton acara tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan host yang benar-benar kredibel atau cukup kompeten untuk menjadi moderator atau bawaakan acara.

Wawancara kami tidak hanya seputar dunia Berita Anchor saja, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV ini sedang mengalami pengalamannya menjadi reporter di Metro TV. “Setiap pengalaman liputan itu berkesan karena bertemu dengan orang baru, belajar hal yang baru, tidak pernah ada satu pengalaman liputan yang sama dengan yang lainnya, itu yang membawa dan memberikan pelajaran yang banyak untuk saya sebagai reporter.” Jelasnya. Najwa berharap semoga dengan tanggung jawab yang dia punya, kedepannya bisa menjadi butir semangat untuk selalu setia terhadap profesi yang dia jalani.

Sedikit menyinggung media sosial, secara fungsional media sosial bisa dijadikan salah satu alat kontrol sosial dan cerminan dari wajah kita. Keberadaan media sosial di tengah kedewasaan masyarakat saat ini positif bagi wanita yang akrab disapa Nana ini. Media sosial yang mudah dibaca kritik atau penilaian terhadap segala hal, agar tidak langsung akan timbul hubungan timbal balik antara informan dan komunikan, dan juga akan semakin cerdas. Keterbukaan yang disampaikan dapat membantu bagi pihak pertelevisian untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pemirsa yang nantinya akan dilakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pernahkah kalian mendengar reporter ahli atau mengetahui semua hal? Reporter memang siap untuk meliput berbagai kejadian yang nantinya akan disampaikannya menjadi suatu berita. Terkadang seorang reporter harus meliput di bidang hukum, namun di lain waktu dia harus meliput tentang ekonomi, dan seterusnya. Hal inilah yang meminta reporter untuk mengembangkan pengetahuannya agar selalu siap untuk meliput segala bidang. Menjadi seorang reporter tidak luput dari bangun kemampuan untuk menerima dan memilah informasi karena tidak semua informasi layak untuk diberitakan. Kemampuan untuk melihat mana informasi yang pas, kemampuan menyerap hal itu, dan membungkusnya serta menyajikannya dengan fair balance , setia pada kode etik jurnalistik,

Mengisah wawancaranya, wanita yang memiliki nama lengkap Najwa Shihab berpesan bagi mahasiswa yang ingin menjadi reporter atau News Jangkar , memang sudah profesi yang bisa membawa hadiah yang luar biasa besar, bagaimana reporter bisa mengajak orang melihat yang mungkin selama ini ditutupi, bagaimana bisa menginspirasi orang, Bagaimana bisa orang untuk berpikir, bagaimana bisa melakukan orang untuk melakukan kebaikan, ada banyak yang bisa dilakukan jika menjadi reporter, mencerdaskan, memberi informasi, dan pembukaan wawasan. Semua itu adalah hal-hal yang memiliki pahalanya yang mana-mana, tapi di satu sisi itu tanggung jawab yang besar jadi kita harus membekali diri kita dengan baik.

Reporter: Nova Andriani