tumblr_inline_mm7u89nJzc1qz4rgp
Foto: Globalpost.com

Malang, dianns.org. Kado spesial telah dipersiapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat May Day atau Hari Buruh Internasional yang diperingati pada Rabu (1/5) mendatang. Seperti yang dilansir Kompas.com, pemerintah akan menjadikan peringatan May Day sebagai Hari Libur Nasional mulai tahun 2014. Pada tahun 2012 lalu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menetapkan jumlah libur nasional tahun 2013 sebanyak 19 hari. Sehubungan adanya keputusan pemerintah mengenai hari libur saat May Day, maka total libur nasional tahun ini sebanyak 20 hari.

Rencananya, Presiden SBY akan menyampaikan kado tersebut dalam pertemuan dengan pimpinan dan buruh PT Maspion serta PT Unilever di JawaTimur, Rabu (1/5). Keputusan ini telah dinantikan cukup lama oleh buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi pekerja. Dikutip dari Merdeka.com, “Dalam kunjungannya di PT Maspion dan PT Unilever di Surabaya, JawaTimur, pemerintah akan memberikan kado istimewa, kado itu adalah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Ini akan dilaksanakan pada tahun mendatang,” ungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4).

Menjadikan May Day sebagai Hari Libur Nasional hanyalah satu dari beberapa tuntutan buruh yang selama ini diperjuangkan. Permasalahan upah minimum bahkan penghapusan sistem kerja kontrak, perlindungan terhadap TKI/TKW, dan berbagai isu krusial lainnya,  masih menjadi momok yang senantiasa disuarakan saat demo peringatan May Day. Perjuangan buruh untuk menuntut haknya ini akan terus berlanjut, hingga pemerintah berani menunjukkan sikap dan memberikan penyelesaian yang tidak hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Beberapa titik di kota-kota besar pun sudah mulai mempersiapkan skenario untuk mengatur arus lalu lintas dan siaga menjaga keamanan selama demo buruh berlangsung.  Dikabarkan ada ribuan hingga puluhan ribu buruh akan berkolaborasi menyuarakan hak-haknya saat May Day. Terlepas dari itu semua, menjadi harapan semua pihak jika May Day dapat berlangsung dengan tertib dan segala tuntutan buruh segera mendapatkan solusi.

Reporter: Nova Andriani