Penulis: LPM DIANNS

Gandhi

“Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan” (Gandhi) Mohandas Karamchand Gandhi, lahir pada 2-10-1869, di Porbandar, Gujarat, India. Tokoh yang luar biasa memimpin pergerakan untuk kemerdekaan India, dengan gerakan Ahimsa-nya (tanpa kekerasan), Gandhi merangkul semua kelompok lintas agama di India, untuk menyatukan pikir dan langkah, fokus, demi kemerdekaan hakiki sebuah bangsa bernama India. Laju sejarah India pada waktu itu, berada pada titik nadir perubahan. Setiap saat dijumpai kabar adanya benturan antara para pemeluk agama. Masing-masing kelompok agama, pada waktu itu menginginkan, terbentuknya negara yang didasari oleh nafas agama tertentu. Akibatnya, India sebagai sebuah negara, terancam mengalami perpecahan. Gandhi, seorang pemeluk Hindu, namun dia pun berusaha memahami perjalanan serta arah ajaran agama lainnya. Karena dia berkeyakinan, bahwa, agama apapun yang ada di India, berhak hidup, dan tumbuh nyaman serta damai berdampingan dengan agama-agama lain yang berbeda. Tentu keyakinan Gandhi ini tidak datang begitu saja, pengala man saat dia berpraktik sebagai pengacara di Afrika Selatan, yang pada saat itu masih berselimut kelam politik Apartheid, membulatkan tekad dan energinya untuk mengubah undang-undang ataupun peraturan yang diskriminatif itu. Gerakan politik tanpa kekerasan akhirnya dia pilih. Sebagai sebuah rasionalisasi dari ajaran Hindu sederhana yang dia anut, yakni Satya (kebenaran) dan Ahimsa (hampa kekerasan). Betapapun luasnya dukungan gerakan tanpa kekerasan, namun...

Read More

Tompi Menutup Festival Jazz UB

Malang, Dianns.org – Kharisma Brawijaya Jazz Festival XVII yang diselenggarakan selama 2 hari pada 4 dan 5 april 2012, merupakan acara tahunan yang dihelat oleh Homeband Universitas Brawijaya (UB). Acara yang berisi kompetisi musik jazz antar fakultas dan penampilan beberapa artis jazz ternama Indonesia ini, mendapat perhatian yang cukup besar dari mahasiswa UB. Terlihat pada hari terakhir penyelenggaraan, Kamis (5/4/2012), penonton yang mulai berdatangan dari siang hingga malam hari mencapai ribuan, sehingga sempat terjadi antrian yang cukup padat di pintu masuk Gedung Samantha Krida UB. Tak heran, antusiasme ini disebabkan karena para penonton ingin menyaksikan penampilan Nita Aartsen and Friends dan Tompi sebagai sebagai penutup acara. Setelah penampilan dari 5 finalis band jazz antar fakultas UB, Nita Aartsen and Friends mengawali acara puncak dengan lagu berjudul Dancing Soul dan tepat pada pukul 12 malam, Tompi menutup Kharisma Brawijaya Jazz Festival XVII dengan lagu berjudul Mas Que Nada. Lucunya, di pertengahan show Tompi sempat mendekat kearah penonton dan mengambil salah satu handphone penonton untuk memotret dirinya sendiri, sekaligus membaca sms dari handphone tersebut yang memicu tawa dari ribuan penonton yang melihatnya. Berbagai komentar dari penonton mengenai acara ini. Salah satunya adalah tidak sedikit penonton yang kecewa karena Tompi hanya membawakan satu lagu miliknya sendiri yang berjudul Selalu Denganmu, sisanya Tompi membawakan lagu jazz yang kurang familiar di telinga banyak penonton yang memang masih awam dengan musik jazz. Acara tahun ini...

Read More

Kembalinya Toko Buku Kampus “Dianns, Tbk.”

Malang, Dianns.org – LPM DIANNS FIA UB kembali menggelar Grand Launching Toko Buku Kampus “DIANNS, Tbk.,” Selasa (3/4/2012). Acara yang diselenggarakan di basement Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) ini merupakan kali kedua setelah cukup lama LPM DIANNS FIA UB absen menggelar acara serupa. Pembukaan Toko Buku Kampus DIANNS khususnya diperuntukkan bagi mahasiswa FIA dan umumnya bagi mahasiwa UB. Dengan hadirnya Grand Launching ini, diharapkan dalam prosesnya Toko Buku Kampus DIANNS, Tbk. mampu berkontribusi dalam menumbuhkan minat baca mahasiswa yang mulai menurun. Menurut panitia, mereka akan membuka DIANNS, Tbk. setiap hari selama jam kuliah yang berlokasi di sekretariat bersama LPM DIANNS FIA UB. Animo dari mahasiswa FIA sendiri cukup tinggi pada kegiatan ini. Terbukti dengan banyaknya tanggapan positif dari mereka yang melakukan komunikasi melalui akun twitter resmi LPM DIANNS FIA UB (@DIANNS_Media), maupun kunjungan langsung di stan pada saat Grand Launching hari ini. Persiapan yang dilakukan oleh panitia dalam mempublikasikan acara ini sendiri hanya membutuhkan waktu seminggu. Masa publikasinya tergolong singkat, yaitu 3 hari. “Kami melakukan publikasi melalui media online, brosur dan pamflet-pamflet yang disebarkan di seluruh Universitas Brawijaya,” Ungkap Anisa Nur Pratiwi Pimpinan Divisi Usaha LPM DIANNS FIA UB. Buku yang ditawarkan beragam, mulai dari buku sastra, filsafat, dan novel. Untuk buku literatur mahasiswa belum diperjualbelikan pada momen kali ini. “Diharapkan kedepannya Toko Buku Kampus DIANNS, Tbk. mampu menyediakan buku literatur yang dibutuhkan oleh para dosen dan...

Read More

PMII Malang Menolak Pasal 7 Ayat 6a

Malang, dianns.org – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang kota Malang kembali melakukan aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi yang dimulai dengan long march dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menuju Universitas Brawijaya (UB) dan ditutup dengan aksi bakar ban bekas disekitar jembatan Sukarno-Hatta Malang, Senin (2/4/2012). Dalam aksinya, PMII menolak adanya penambahan Pasal 7 Ayat 6a RUU APBN Perubahan 2012. Adapun substansi Ayat 6a memungkinkan pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi jika ada kenaikan atau penurunan lebih dari 15 persen dari harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata selama 6 bulan. “Penambahan  Pasal 7 Ayat 6a RUU APBN Perubahan 2012, merupakan bentuk pembodohan yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat Indonesia. Penambahan Ayat 6a dalam RUU APBN Perubahan 2012 jelas melanggar UUD dan konstitusi. Negara seharusnya melindungi masyarakat, bukan negara tunduk dalam permintaan investor asing,” jelas Anto, penanggung jawab aksi. Dalam aksi siang ini PMII Malang mempunyai 5 tuntutan. Pertama, tolak kenaikan harga BBM kapanpun. Kedua, transparansi pengelolaan BBM. Ketiga, usut tuntas harta koruptor untuk subsidi BBM. Keempat, hapus keputusan RUU APBN perubahan Pasal 7 Ayat 6a. Kelima, turunkan SBY sekarang juga. PPMI tetap akan mengikuti proses kenaikan harga BBM dan merencanakan akan melakukan aksi yang lebih besar lagi. Aksi ini sempat membuat kemacetan lalu lintas di depan kampus UB, sehingga pihak kepolisian menghentikan aksi tersebut. Reporter : Yogi...

Read More

BEM Malang Raya dan HTI Demo Anti Kenaikan BBM

Malang, dianns.org – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Malang Raya mendatangi gedung DPRD Kota Malang untuk menyampaikan aspirasi mereka untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), jum’at (30/3/2012). Dalam tuntutannya mereka meminta DPRD Kota Malang dan Walikota Malang untuk mendukung penolakan kenaikan BBM yang ditetapkan pemerintah. Peni Suparto, Walikota Malang dan Wakil DPRD Kota Malang yang menemui para mahasiswa dengan tegas memutuskan sikapnya untuk menolak kenaikan harga BBM. Sementara itu, setelah Aliansi BEM se-Malang Raya meninggalkan gedung DPRD Kota Malang, massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang juga berjumlah ratusan mendatangi gedung DPRD Kota Malang untuk menyerukan tuntutan yang sama, yaitu penolakan kenaikan BBM. HTI menilai rezim SBY-Boediono telah gagal dalam mensejahterakan dan memperhatikan nasib rakyat, khususnya rakyat kecil. Selain mengkritik pemerintahan SBY, mereka juga mengkritik aksi demo anti kenaikan bbm yang berujung kericuhan. “Kami akan melakukan aksi damai pada siang ini, jadi kami menjamin tidak ada kericuhan seperti yang terjadi pada aksi demo anti kenaikan bbm lainnya,” ujar salah satu orator aksi tersebut. Pada pukul 14.30 hujan deras mengguyur Kota Malang, dan bersamaan dengan itu massa HTI juga membubarkan diri dari depan gedung DPRD Kota Malang. Tidak ada kericuhan dalam 2 aksi demo tersebut. Reporter : Pandu...

Read More